nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

AS Peringatkan Israel Tak Buat Klaim Kedaulatan Sepihak di Tepi Barat

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 10 Februari 2020 12:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 10 18 2166051 as-peringatkan-israel-tak-buat-klaim-kedaulatan-sepihak-di-tepi-barat-BwWdBZ3Wvc.jpg Duta Besar AS untuk Israel, David Friedman. (Foto: Twitter)

YERUSALEM – Seorang utusan Amerika Serikat (AS) pada Minggu, 9 Februari 2020, mengirim peringatan kepada Israel untuk tidak menyatakan kedaulatan atas tanah Tepi Barat tanpa persetujuan Washington.

Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana perdamaian Timur Tengah yang dikenal sebagai “Kesepakatan Abad Ini” yang diklaim sebagai solusi yang menguntungkan untuk menyelesaikan konflik antara Israel dan Palestina. Namun, rencana tersebut telah mendapat penolakan dari Palestina, dan negara-negara Arab karena dianggap terlalu berpihak pada Israel.

BACA JUGA: OKI Tolak Bekerja Sama dalam Rencana Perdamaian Timur Tengah Trump

Perdana Menteri (PM) Israel, Benyamin Netanyahu awalnya menjanjikan aneksasi de facto, di blok permukiman Yahudi dan Lembah Jordan, guna meyakinkan basis religius kanannya menjelang pemilihan umum Israel 2 Maret 2020, di mana ia berharap dapat memenangkan masa jabatan kelima.

Tetapi dia terpaksa mundur setelah Gedung Putih menjelaskan bahwa mereka menginginkan proses pemetaan AS-Israel, yang kemungkinan akan memakan waktu selama beberapa pekan atau lebih, untuk diselesaikan terlebih dahulu.

Dengan Menteri Pertahanan Naftali Bennett dan kelompok ultra-nasionalis Israel lainnya mendesak pemungutan suara kabinet segera tentang kedaulatan di Tepi Barat, Duta Besar AS untuk Israel, David Friedman melakukan intervensi.

“Israel tunduk pada penyelesaian proses pemetaan oleh komite bersama Israel-Amerika. Setiap tindakan sepihak sebelum penyelesaian proses komite membahayakan Rencana (Perdamaian Timur Tengah) & Pengakuan Amerika,” kata Friedman sebagaimana dilansir Reuters, Senin (10/2/2020).

Dalam pidato terpisah, Friedman menjelaskan bahwa pesannya adalah "sedikit kesabaran, untuk menjalani proses, untuk melakukannya dengan benar, bukanlah sesuatu yang kami pikir terlalu banyak untuk diminta".

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa pernyataan tersebut menjelaskan posisi AS dalam proses pemetaan, terutama dengan munculnya desakan untuk mengumumkan kedaulatan sepihak dari kabinet Israel.

BACA JUGA: Tolak Rencana Trump, Presiden Palestina: Seribu Kata Tidak untuk "Kesepakatan Abad ini"

Netanyahu sendiri mengatakan bahwa dirinya berdiri di posisi yang sama dengan AS, menegaskan bahwa pengakuan dari Washington adalah hal yang paling utama.

"Pengakuan (AS) adalah hal utama dan kami tidak ingin membahayakan itu," katanya kepada Kabinet Israel pada Minggu.

Sementara itu Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas menegaskan semua langkah sepihak dari Israel membuat pembentukan negara Palestina di masa depan jadi semakin sulit terwujud.

"Setiap langkah sepihak ditolak apakah itu diambil sebelum atau setelah pemilihan," kata Juru Bicara Abbas, Nabil Abu Rdainah. "Fakta tidak bisa dibuat di lapangan dan itu tidak akan pernah menjadi kenyataan."

Dia mengatakan bahwa Palestina hanya akan menerima peta wilayah yang sesuai dengan pembagian batas wilayah 1967.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini