nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OKI Tolak Bekerja Sama dalam Rencana Perdamaian Timur Tengah Trump

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 04 Februari 2020 10:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 04 18 2162949 oki-tolak-bekerja-sama-dalam-rencana-perdamaian-timur-tengah-trump-p2G53cnb0p.jpg Foto: Dok. Kemlu RI.

JEDDAH - Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada Senin, 3 Februari 2020, menyatakan menolak rencana perdamaian Timur Tengah yang diusulkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang diluncurkan pekan lalu.

Pada pertemuan puncak untuk membahas rencana perdamaian Trump di Jeddah, Arab Saudi, OKI mengumumkan bahwa pihaknya "menyerukan semua negara anggota untuk tidak terlibat dengan rencana itu atau untuk bekerja sama dengan pemerintah AS dalam mengimplementasikannya di bentuk apa pun," demikian diwartakan Al Jazeera, Selasa (4/2/2020).

BACA JUGA: Tolak Rencana Trump, Presiden Palestina: Seribu Kata Tidak untuk "Kesepakatan Abad ini"

Pertemuan yang diminta oleh otoritas Palestina itu digelar dua hari setelah Liga Arab juga menolak apa rencana yang disebut sebagai "kesepakatan abad ini". Liga Arab mengatakan rencana perdamaian Trump itu “tidak memenuhi hak minimum dan aspirasi rakyat Palestina".

Trump meluncurkan rencana perdamaian itu bersama Perdana Menteri (PM) Israel, Benyamin Netanyahu di Gedung Putih pada Selasa, 28 Januari 2020, tanpa kehadiran perwakilan Palestina. Trump menyebut rencana yang diusulkannya itu sebagai solusi yang menguntungkan kedua belah pihak.

Dia mengatakan kesepakatan yang diusulkannya akan memastikan pembentukan solusi dua negara.

BACA JUGA: Liga Arab Ambil Suara Bulat, Tolak Rencana Perdamaian Timur Tengah Trump

Menurut ketentuan rencana itu, permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki akan disahkan, dan negara Yahudi itu akan mencaplok wilayah luas tanah subur Palestina. Meski dalam rencana itu Trump menyatakan akan negara Palestina yang berdaulat, ibu kotanya akan berlokasi di Abu Dis, sebuah wilayah diluar Yerusalem Timur, dengan keamanan serta kebijakan perbatasannya akan diputuskan oleh Israel.

Lebih jauh lagi, rencana tersebut mengakui keseluruhan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, dengan situs-situs sucinya, termasuk Temple Mount, sebagai properti Israel.

Dengan negara-negara anggota dari empat benua, OKI adalah organisasi antar-negara terbesar kedua di dunia setelah PBB, dengan populasi kolektif mencapai lebih dari 1,8 miliar.

Mayoritas negara-negara anggotanya adalah negara-negara mayoritas Muslim, sementara yang lain memiliki populasi Muslim yang signifikan, termasuk beberapa negara Afrika dan Amerika Selatan.

Terdapat 22 anggota Liga Arab yang juga merupakan bagian dari OKI, organisasi ini memiliki beberapa negara anggota non-Arab yang signifikan, termasuk Turki, Iran dan Pakistan, dengan lima anggota pengamat, termasuk Rusia dan Thailand.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini