nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gara-Gara Dipatuk Ular Weling, 6 Orang Tewas di Jawa Barat

Fathnur Rohman, Jurnalis · Jum'at 14 Februari 2020 19:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 14 525 2168660 gara-gara-dipatuk-ular-weling-6-orang-tewas-di-jawa-barat-1jgkwzTUdX.jpg Ilustrasi ular weling (Foto: Istimewa)

Ditambahkan Albiansyah, ada beberapa faktor yang bisa menyelamatkan nyawa korban apabila korban terkena gigitan ular weling. Faktornya adalah dari kuantitas bisa yang masuk ke tubuh korban, ular menggigit korban tanpa mengeluarkan bisa, serta daya tahan atau kekebalan tubuh korban.

Sementara Wakil Direktur RSD Gunung Jati dr Maria memaparkan, bisa ular weling yang menggigit balita malang itu menyerang sistem saraf dan sel darah. Akibatnya, korban mengalami gagal napas dan jumlah trombosit dalam tubuhnya berkurang.

Korban sebelumnya sempat diberikan serum antibisa sebanyak 10 vial. Namun, antibisa itu tidak bereaksi apa-apa. Maka, diperlukan antiserum khusus yang cocok untuk bisa ular weling. Saat ini, RSD Gunung Jati hanya menyediakan antibisa untuk bisa ular jenis welang saja.

"Kita sudah masukan 10 vial antibisa ke tubuh korban. Tapi tidak bisa. Karena antibisa itu untuk bisa ular welang. Ini ular weling Cirebon. Bisa ular ini menyerang sistem saraf dan sel darah. Jumlah trombositnya berkurang," ujarnya.

Ular berbisa yang mematuk balita malang itu berjenis ular weling baru atau bungarus candidus. Sampai saat ini, antibisa atau antivenom (penangkal racun) dari ular weling ini belum bisa didapatkan di Indonesia.

"Masih belum ada perkembangan signifikan. Jenis ularnya sudah teridentifikasi. Jenis ular bungarus candidus Cirebon, atau jenis ular weling baru, " ucap Maria.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini