Masker Seharga Emas di Indonesia Disorot Media Asing

Sarah Hutagaol, Okezone · Minggu 16 Februari 2020 11:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 16 18 2169220 masker-seharga-emas-di-indonesia-disorot-media-asing-TxiEyMDJVU.jpg Pedagang masker di Pasar Pramuka, Jakarta Timur (Foto: Straits Times)

JAKARTA - Mewabahnya virus korona atau Covid-19 membuat harga masker mengalami kenaikan di Indonesia. Bahkan, seorang pedagang mengaku harga masker sudah melampaui harga satu gram emas.

Dikutip dari Straits Times, Minggu (16/2/2020), harga masker untuk satu kotak isi 20 masker N95 3M di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, harganya sudah melonjak hingga tujuh kali lipat atau menjadi Rp1,5 juta. Sementara harga satu gram emas di Indonesia sekira Rp800 ribu.

Padahal, di Indonesia belum ada laporan yang menyebutkan ada warga positif terjangkit virus korona. Namun, permintaan masker begitu pesat, bahkan sejumlah apotek kehabisan stok.

Untuk masker bedah tiga lapis, yang bahannya lebih tipis mencapai Rp275 ribu dengan isi 50 masker satu kotak. Sedangkan harga normalnya Rp30 ribu.

Baca Juga: Korban Tewas Virus Korona Bertambah Jadi 1.666 Orang

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyatakan, telah meminta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk menyelidiki harga selangit.

"Kami menyerukan kepada KPPU dan polisi untuk mengambil langkah tegas untuk menghentikan pihak mana pun yang bertindak tidak bertanggung jawab," kata Ketua YLKI Sudaryatmo.

Menurut Sudaryatmo, pemerintah harus bergerak dan menetapkan plafon harga 30 persen di atas harga biasanya. Ia menilai, harus ada sanksi bagi pedagang yang menaikkan harga di luar batas.

Atas melonjaknya permintaan masker, pedagang grosir tampaknya mulai menjatah pasokan ke pengecer. Diungkapkan pemilik Toko Aini di Pasar Pramuka kepada The Straits Times bahwa pemasoknya sekarang mengizinkannya mengambil hanya antara lima dan 10 karton topeng, turun tajam dari 50 yang sebelumnya dia ambil.

"Pedagang grosir saya memberi tahu saya bahwa mereka harus memenuhi pesanan dari luar negeri, Cina dan Jepang," kata Aini, yang menolak untuk memberikan nama lengkapnya.

Baca Juga: 2 Peserta Observasi Asal Bengkulu Dibawa ke Dinkes Sebelum Diserahkan ke Keluarga

Dia mengatakan, sanitiser tangan juga telah melihat penjualan cepat dan botol 500ml sekarang dijual seharga Rp80 ribu, naik dari biasanya Rp45 ribu.

Pada Senin, Kementerian Kesehatan Indonesia telah menempatkan jumlah kasus dugaan virus korona sebanyak 62, di mana 59 di antaranya dinyatakan negatif. Indonesia memiliki kurang dari lima kasus dan melaporkan tidak ada kematian selama epidemi sindrom pernapasan akut (SARS) pada tahun 2003.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini