nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gegara Call Center, Wagub Banten Andika "Semprot" Plt Kepala BPBD

Rasyid Ridho , Sindonews · Senin 17 Februari 2020 21:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 17 340 2169977 gegara-call-center-wagub-banten-andika-semprot-plt-kepala-bpbd-lYwGgsK1Rq.jpg Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy (Foto: Okezone)

SERANG - Provinsi Banten menjadi daerah rawan bencana di Indonesia. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten belum memiliki call center yang dapat dihubungi oleh masyarakat.

Hal itu diketahui saat Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy memimpin apel Hari Kesadaran Nasional, Senin (17/2/2020).

Pada akhir sambutannya, Andika menanyakan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten E Kusmayadi terkait apakah sudah memiliki call center atau belum. Sebab, banyak laporan warga sulit menghubungi saat terjadi bencana di wilayahnya.

“Coba saya mau tanya ini, Pak Plt (Plt Kepala BPBD Banten Kusmayadi) kalau BPBD sudah punya call center belum? Kemarin saya dapat telepon dari masyarakat kalau mereka minta dibantu disediakan pompa air untuk menyedot banjir karena di wilayahnya terjadi banjir,” tanya Andika.

“Ada enggak? Coba saya mau telepon sekarang,” tambah Andika karena kesal tak mendapati jawaban yang pasti dari Kusmayadi maupun anak buahnya mengenai keberadaan call center tersebut.

“Sudah kalau memang enggak ada, bilang enggak ada Pak, nanti kami akan buat," ucapnya.

Baca Juga: Lebak Banten Diguncang Gempa M4,9 Berlokasi di Laut

Wagub Banten Andika Hazrumy Foto: Rasyid Ridho

Pada bencana banjir bandang dan tanah longsor di Lebak, Andika tak kunjung mendapatkan laporan yang diminta mengenai data pasca-bencana banjir bandang di Lebak. Padahal, data tersebut juga sangat dinanti oleh pemerintah pusat untuk penanganan selanjutnya.

“Ini sampai Pak Wapres (Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin) kemarin tanya data itu ke saya, pemprov masih belum punya,” ungkapnya.

Provinsi Banten kerap dilanda bencana alam. Pada akhir 2018, bencana tsunami Selat Sunda menerjang pesisir di Kabupaten Serang dan Pandeglang.

Terbaru, pada awal 2020 banjir bandang dan tanah longsor terjadi di enam Kecamatan di Kabupaten Lebak. Selain itu, banjir juga menerjang Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Serang.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini