BEKASI - Selama terisolir di Wuhan, Provinsi Hubei, China karena virus korona atau Covid-19 yang mewabah di sana, Mushela Cerentia (19) mengaku bertahan hidup dengan memakan makanan yang kebanyakan dari sayur mayur.
Menurutnya, ketika terisolir memang ada sejumlah makanan yang dilarang untuk disantap yaitu daging.
"Jadi kalau makan daging itu kalau bisa jangan, aku enggak makan daging selama diisolir," kata dia di Kampung Serang, RT 04/RW 01, Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin 17 Februari 2020.
Adapun menu yang disantap, lanjut dia, kebanyakan sayur mayur dan telur. Terutama makanan yang tertutup untuk menjaga agar tetap higienis. "Jadi, makan makanan telur, nasi, sayur kentang, wortel. Gitu-gitu aja, ada paling nugget," kata dia.
Jenis makanan tersebut, dibeli dan kemudian diolah sendiri. "Pas di sana masak sendiri sih, kalau beli kan enggak ada toko yang buka pas di-lockdown (isolir), jadi yang buka paling supermarket aja," kata dia.
Makanan daging baik ternak maupun unggas kata dia, sangat tidak disarankan ketika semua yang berada di Wuhan diisolasi. "Makanan yang paling dihindarin itu daging basah, ya mau ayam, sapi itu dihindarin," tutur Mushela.
Pihak KBRI dan dari para dosen di kampus tempatnya menuntut ilmu di Wuhan, sangat melarang untuk menyantap makanan berbau daging. Terlebih, selama terisolir dia mengaku sudah menyiapkan stok bahan makanan dalam jumlah banyak. KBRI juga mengirim sejumlah bantuan berupa makanan, uang saku dan obat-obatan.