nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tangkal Radikalisme, Kesbangpol Rangkul Mantan Napi Teroris

Taufik Budi, iNews.id · Kamis 20 Februari 2020 01:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 19 512 2171178 tangkal-radikalisme-kesbangpol-rangkul-mantan-napi-teroris-dB27h8kY8m.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

SEMARANG – Paham radikal masih menjadi ancaman di Tanah Air karena gerakannya menyusup ke berbagai kalangan. Bahkan, mereka juga getol hadir di kegiatan keagamaan pengajian-pengajian secara totalitas meski tanpa bayaran.

“Biasanya mereka gerakannya itu 'ini yang perlu kita contoh'. Dalam pengertian gerakannya. Dia lebih banyak meluangkan waktu, katakanlah untuk memberikan kajian. Itu enggak usah dibayar dia all out mau sampai jam kapanpun juga selalu siap,” kata Kepala Badan Kesbangpol Jawa Tengah, Haerudin, Rabu (19/2/2020).

Gerakan radikal ini kata dia, juga memiliki beragam metode perekrutan dan pengkaderan. Kalangan yang berpotensial menjadi pengikut tidak selalu langsung direkrut menjadi anggota kelompok. Meski demikian, mereka tetap dalam lingkaran yang senantiasa terpantau agar tak lepas.

“Kemudian ada proses pengkaderan. Misalnya, ketika dia sudah melangkah ke mana, kemudian generasi-generasi berikutnya itu juga direkrut. Bukan saja direkrut dalam kelompok pengajiannya, tapi mungkin dalam kaitannya dengan kehidupan sosial ekonomi. Jadi, kalau saya lihat, dia lebih mudah melakukan rekrutmen-rekrutmen dengan cara seperti itu,” paparnya.

Untuk itu, pemerintah terus melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap aktivitas kegiatan keagamaan yang dinilai mulai disusupi paham radikal. “Pasti (dipantau). Kita memang memantau 35 kabupaten/kota .Termasuk (pengajian-pengajian-red),” tegasnya.

Dikatakan Haerudin, strategi cegah tangkal radikalisme tidak mungkin hanya mengandalkan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT). Perlu upaya strategis dan sinergi berbagai kalangan untuk menanggulanginya.

"Di Jawa Tengah, ada 127 eks napi teroris, agar mereka tidak kembali ke jaringan teror kita rangkul kembali mereka. Melalui penguatan wawasan kebangsaan dan nasionalisme dan reintegrasi serta pemberdayaan, bagi bekas napi teroris," tandas Haerudin.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini