nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Situs Keramat Kesultanan Cirebon Rusak, Diduga Akibat Pembangunan Perumahan

Fathnur Rohman, Jurnalis · Jum'at 21 Februari 2020 19:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 21 525 2172308 situs-keramat-kesultanan-cirebon-rusak-diduga-akibat-pembangunan-perumahan-sx9HNIoXrn.jpg Situs Matangaji di Cirebon Rusak (Foto: Okezone/Fathnur)

CIREBON - Sebuah situs bersejarah peninggalan Keraton Kasepuhan di Kota Cirebon, Jawa Barat mengalami kerusakan. Rusaknya situs ini diduga akibat terkena dampak aktivitas pembangunan perumahan.

Dari informasi yang didapat Okezone, situs tersebut merupakan salah satu petilasan Sultan Matangaji. Ia adalah Sultan V yang pernah memimpin Keraton Kasepuhan Cirebon. Situs bersejarah tersebut kemudian dikenal luas oleh masyarakat dengan nama Situs Matangaji.

Pengurus Situs Matangaji bernama Kurdi mengatakan, saat ini yang tersisa dari Situs Matangaji hanya berupa puing-puing batu batanya saja. Bangunan Situs Matangaji sendiri rusak karena tertimbun oleh tanah yang berada di atas bangunan situs tersebut.

Kurdi merasa sangat kecewa karena ada oknum yang tak bertanggung jawab melakukan perusakan situs itu. Dirinya mengaku tidak pernah mengetahui kalau ada aktivitas pembangunan rumah di sekitar area bangunan Situs Matangaji.

Situs Sejarah di Cirebon Rusak (Foto: Okezone/Fathnur)

"Tidak pernah ada pembicaraan izin. Saya tidak mengetahui juga. Semuanya hancur tertimbun tanah," ujar Kurdi kepada Okezone, Jumat (21/2/2020).

Lebih lanjut Kurdi menceritakan, awalnya oknum yang merusak situs tersebut hanya memotong pepohonan di sekitar bangunan Situs Matangaji. Namun, selang beberapa waktu, bangunan situs tersebut diurug sampai rata oleh tanah.

Kurdi mengungkapkan, Situs Matangaji adalah tempat meditasi Sultan Matangaji pada zaman dulu. Ia menilai Situs Matangaji mungkin belum terdaftar sebagai Cagar Budaya. Sehingga oknum tak bertanggung jawab bisa leluasa mengurug bangunan Situs Matangaji dengan tanah. Akibat rusaknya situs itu, Kurdi mengaku sempat didatangi oleh sesosok mahluk ghaib.

"Situs itu hancur. Saya tidak tahu mereka mau bangun apa. Pas mau ke lokasi, secara tiba-tiba saya mendapat amanat dari Sultan Matangaji," kata Kurdi.

Sementara itu, ada kabar yang menyebutkan kalau PT Dua Mata Residence adalah perusahaan pengembang perumahan di area dekat Situs Matangaji. Akan tetapi, Rusdianto selaku Humas Dua Mata Residence membantah kabar tersebut.

Rusdianto memyampaikan, tanah yang berada di area dekat Situs Matangaji bukan milik PT Dua Mata. Ia mengatakan tanah tersebut dimiliki oleh seseorang. Orang ini rencananya akan menjual tanahnya kepada PT Dua Mata. Namun saat ini statusnya masih dalam pembicaraan semata.

Masih dikatakannya, si pemilik tanah tidak pernah melaporkan kalau di area itu terdapat sebuah situs. Si pemilik tanah hanya menjelaskan kalau situs itu hanya tempat sesembahan saja.

"Intinya itu bukan PT Dua Mata. Kami awalnya memang mau membeli tanah itu cuman belum sempat ada persetujuan. Hanya masih dalam pembicaraan saja. Tanah itu masih milik seseorang," jelas Rusdianto.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini