nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Coba Melukai Petugas, Begal Sadis di Medan Terpaksa Ditembak Mati

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Jum'at 21 Februari 2020 08:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 21 608 2171882 coba-melukai-petugas-begal-sadis-di-medan-terpaksa-ditembak-mati-foqGzkziMh.jpg Ilustrasi jenazah begal ditembak mati. (Foto: Shutterstock)

MEDAN – Polisi menembak mati seorang tersangka dari komplotan pelaku pembegalan yang kerap menyasar pengendara motor yang melintas di kawasan Underpass Titi Kuning, Jalan Tritura, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Kawanan begal tersebut kerap beraksi sadis dan melukai korbannya.

Kapolrestabes Medan Kombes Jhonny Edison Isir mengatakan tersangka yang ditembak mati adalah MM alias Kiki (22). Dia ditembak karena melawan dan coba melukai petugas saat akan ditangkap.

"Tersangka ditangkap bersama seorang rekannya bernama ASM alias Putra. Mereka ditangkap di Jalan Mongonsidi, Medan, pada Rabu 19 Februari 2020 malam. Ditangkap oleh personel Polsek Medan Baru yang tengah berpatroli. Saat itu mereka baru saja beraksi membegal di Jalan Sei Padang, Kota Medan," jelasnya, Kamis 20 Februari 2020.

Penangkapan kedua pelaku ini dilakukan berdasarkan laporan warga bernama Wakid yang menjadi korban komplotan begal tersebut pada 7 Januari 2020. Dalam peristiwa itu, komplotan begal ini menganiaya korban hingga mengalami patah tulang.

Komplotan begal tersebut juga menyerang dengan senjata tajam hingga membuat jaringan arteri korban terputus terkena bacokan. Aksi pembegalan itu sempat terekam kamera pengawas (CCTV) dan viral di media sosial.

"Awalnya kedua tersangka ditangkap tanpa perlawanan. Namun saat anggota kita membawa tersangka untuk melakukan pengembangan penyelidikan mencari senjata yang mereka digunakan, tersangka MM alias Kiki coba melawan petugas. Dia coba mengambil pisau dan menyerang sehingga anggota kita memberikan tindakan tegas terukur dengan menembak tersangka," sebutnya.

"Kita sempat membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Namun sesampainya di rumah sakit, petugas medis menyatakan korban telah meninggal dunia," tambahnya.

Saat ini, lanjut dia, polisi masih melakukan pengembangan penyelidikan atas kasus tersebut. Mereka terus mencari satu tersangka lagi yang diduga terlibat aksi pembegalan sadis komplotan tersebut.

"Kita sudah kantongi identitasnya. Kita minta segera menyerahkan diri, atau kita akan berikan tindakan keras, tegas, dan terukur," tandasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini