nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Tangkap Penebas Leher Pemuda Mentawai

Rus Akbar, Jurnalis · Senin 24 Februari 2020 21:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 24 340 2173471 polisi-tangkap-penebas-leher-pemuda-mentawai-4MgfYSqitK.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

PADANG - Satuan Reskrim Polresta Padang berhasil menangkap penebas leher Parmono Saogo (21), warga Dusun Mapoupou, di kawasan Jondul Rawang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang.

Kapolresta Padang Kombes Yulmar Try Himawan mengatakan, pelaku berinisial WS, dia ketahuan dari hasil kamera CCTV dan keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian.

"Setelah dilakukan penyelidikan, kita berhasil mengamankan satu orang, sementara teman-teman pelaku ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Motif pelaku melakukan penyerangan hanya sebagai bentuk eksistensi diri. Apalagi, banyak masyarakat dan anak-anak di bawah umur mengunakan senjata tajam. Tujuannya akhir akan menguasai kendaraan, tapi kemarin belum berhasil," kata Yulmar di Mapolresta Padang, Senin (24/2/2020).

 Baca juga: Pemuda Asal Mentawai Ditebas Samurai oleh Orang Tak Dikenal

Yulmar menegaskan, pihaknya akan menindak tegas terukur terhadap pelaku tawuran. Hal ini dilakukan untuk menjadikan Kota Padang aman.

"Dari hasil penyelidikan pelaku itu, asal malam minggu bersama kawannya membawa senjata tajam bertemu beberapa pemuda untuk menakut-nakuti. Kalau bisa mereka mengambil barang," tuturnya.

Aksi pelaku ini merupakan tindakan pencurian dengan kekerasan. Pelaku diketahui tergabung dalam suatu perkumpulan, namun polisi menilai itu belum masuk kategori geng.

"Pelaku itu tergabung dalam suatu perkumpulan, itu belum geng karena jumlahnya belum banyak. Tapi dia bersama-sama kawannya remaja putus sekolah atau remaja tidak sekolah lagi, itu mereka berkumpul setiap malam minggu," jelasnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 365 jo 170 KUHP tentang kekerasan secara bersama. Berikut dengan undangan-undang darurat 12/1951 karena terbukti membawa senjata tajam.

"Maksimal pelaku terancam 20 tahun penjara. Pelaku ini memang menyasar pengendara malam hari menurut dia aman untuk melakukan tindakan," tegasnya.

Yulmar menambahkan, kumpulan itu biasanya akan melakukan tawuran dengan perkumpulan lain. Tapi polisi tidak akan diam begitu saja, jika diketahui ada aksi tawuran tersebut pihaknya akan menindak tegas terukur terhadap pelaku tawuran. Hal ini dilakukan untuk menjadikan Kota Padang aman.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini