Sultan Kasepuhan Cirebon Kecewa Situs Keramat Matangaji Dirusak

Fathnur Rohman, Okezone · Senin 24 Februari 2020 21:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 24 525 2173523 sultan-kasepuhan-cirebon-kecewa-situs-keramat-matangaji-dirusak-wrnQySewoR.jpg Situs keramat di Cirebon rata dengan tanah (Foto : Okezone.com/Fathnur)

CIREBON - Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat merasa sangat kecewa karena petilasan bersejarah Keraton Kasepuhan yakni Situs Matangaji dirusak dan kini rata oleh tanah.

Arief mengatakan, Situs Matangaji merupakan peninggalan dari Sultan Sepuh V Keraton Kasepuhan yang bernama Sultan Matangaji. Situs tersebut dipakai oleh Sultan Matangaji untuk tempat bersemedi dan bersembunyi dari kejaran tentara Belanda pada zaman dahulu. Situs ini sendiri terletak di Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat.

"Dengan kejadian bahwa ada developer tanpa komunikasi dengan kita, langsung meratakannya. Kita prihatin sekali," kata Arief kepada Okezone, Senin (24/2/2020).

Arief tidak menampik kalau Situs Matangaji belum terdaftar sebagai Cagar Budaya. Kendati begitu, ia menilai tidak terdaftarnya Situs Matangaji sebagai Cagar Budaya karena pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon belum mendaftarkannya.

Menurut Arief, petilasan bersejarah itu sudah masuk persyaratan untuk Cagar Budaya. Ia menyampaikan, Situs Matangaji sudah ada sejak tahun 1800 Masehi. Situs itu adalah saksi bagaimana Sultan Matangaji bersembunyi dari kejaran Tentara Belanda.

Arief mengaku sudah menyurati pihak Pemkot Cirebon terkait masalah tersebut. Arief berharap agar peristiwa ini menjadi pembelajaran untuk Pemkot Cirebon agar senantiasa menjaga situs-situs bersejarah lainnya.

"Situs itu sudah ada sejak tahun 1800. Kami sangat menyesalkannya," ujar Arief.

Sementara itu, sempat ada kabar yang menyebutkan kalau PT Dua Mata Residence sebagai perusahaan pengembang yang melakukan aktivitas pembangunan perumahan di area dekat Situs Matangaji. Akan tetapi, Humas Dua Mata Residence Rusdianto membantah kabar tersebut.

Rusdianto memyampaikan, tanah yang berada di area dekat Situs Matangaji bukan milik PT Dua Mata. Ia megatakan tanah tersebut dimiliki oleh seseorang. Orang ini rencananya akan menjual tanahnya kepada PT Dua Mata. Namun saat ini statusnya masih dalam pembicaraan.

Baca Juga : Situs Keramat Kesultanan Cirebon Rusak, Diduga Akibat Pembangunan Perumahan

Masih dikatakannya, si pemilik tanah tidak pernah melaporkan kalau di area itu terdapat sebuah situs. Si pemilik tanah hanya menjelaskan kalau situs itu cuman tempat sesembahan saja.

"Intinya itu bukan PT Dua Mata. Kami awalnya memang mau membeli tanah itu cuman belum sempat ada persetujuan. hanya masih dalam pembicaraan saja. Tanah itu masih milik seseorang," jelas Rusdianto.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini