400 Kasus Covid-19 Dikonfirmasi di Italia, Lebih dari 80.000 di Seluruh Dunia

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 27 Februari 2020 10:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 27 18 2174816 400-kasus-covid-19-dikonfirmasi-di-italia-lebih-dari-80-000-di-seluruh-dunia-39WkMcB7UH.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ROMA - Kasus infeksi virus korona Covid-19 di Italia melonjak tajam menjadi 400, menunjukkan peningkatan hingga 25% dibandingkan hari sebelumnya. Beberapa negara di Eropa lainnya juga mengumumkan kasus baru virus korona yang memiliki kaitan dengan penyebaran wabah di Italia.

Pada Rabu, 26 Februari 2020, otoritas kesehatan Italia melaporkan total 400 kasus, naik 80 kasus dari hari sebelumnya, demikian diwartakan BBC, Kamis (26/2/2020).

BACA JUGA: Khawatir Wabah Virus Korona, Arab Saudi Hentikan Sementara Pelaksanaan Umrah

Daerah yang paling parah terkena dampak adalah di wilayah Lombardy di utara Italia, wilayah di sekitar Milan, dan Veneto dekat Venesia. Hingga saat ini wabah virus korona Covid-19 telah menewaskan 12 orang di negara itu sejauh ini.

Pejabat pemerintah telah berusaha meyakinkan publik, dan menegaskan langkah-langkah telah diambil untuk mencegah penyebaran penyakit.

Sekolah, universitas dan bioskop telah ditutup dan beberapa acara publik dibatalkan. Sebelas kota di daerah pusat wabah, dan 55.000 penduduknya, telah dikarantina.

BACA JUGA: Pakar AS Sebut Pandemi Virus Korona Covid-19 Tidak Bisa Dihindari

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu, 25 Februari 2020, untuk pertama kalinya mengatakan bahwa virus korona Covid-19 menyebar lebih cepat di luar China, negara yang menjadi asal dari wabah tersebut.

Otoritas kesehatan China melaporkan 433 kasus baru pada Rabu, menjadikan total kasus di negara itu menjadi 78.497. Jumlah korban jiwa berada di angka 2.744 dengan bertambahnya 29 korban yang dilaporkan pada Kamis, 27 Februari 2020.

Secara global, lebih dari 80.000 orang di sekitar 40 negara telah terinfeksi virus korona baru, yang mulai menyebar sejak Desember 2019, dengan sebagian besar kasus terjadi di China. Hingga saat ini penyakit itu telah menewaskan lebih dari 2.700 orang.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini