nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sebarkan Hoaks Harimau di Medsos, Warga Riau Ditangkap

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Jum'at 28 Februari 2020 11:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 28 340 2175436 sebarkan-hoaks-harimau-di-medsos-warga-riau-ditangkap-7dnbkA21Xu.jpg Ilustrasi Penangkapan (foto: Shutterstock)

PEKANBARU - Pihak kepolisian mengamankan seorang warga Pelalawan, Riau, karena menyebarkan hoaks yang membuat warga resah. Pria bernama Syawal ini menyebar berita bohong di media sosial (medsos) tentang keberadaan Harimau Sumatera berkeliaran.

Akibat berita yang disebarkan Syawal, membuat tim gabungan dari pihak kepolisian, TNI dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan warga mencari keberadaan si raja hutan. Namun setelah dicari, tidak ditemukan tanda tanda keberadaan sibelang.

Baca Juga: Polisi Buru Penyebar Hoaks Pasien Virus Korona di Singkawang 

"Kita bersama polisi mengamankan Syawal karena menyebarkan berita hoaks. Saat ini yang bersangkutan berada di Polsek Pangkalan Kuras," kata Kepala BBKSDA Riau, Suharyono kepada Okezone, Jumat (28/2/2020).

Ilustrasi Harimau (foto: WWF)	 

Akibat informasi yang sengaja disebar Syawal membuat warga resah. Camat Pangkalan Kuras dan kepala desa setempat sempat bersama mencari keberadaan harimau yang disebut dilihat di berbagai titik. Pada 25 Februari tim melakukan Desa Kuala Tolam dan perusahaan sawit PT SBP tidak ditemukan tanda tanda harimau.

Keesokan harinya pada 26 Febuari 2020, tim kembali melakukan mitigasi di berbagai lokasi yang disebut ada harimau. Karena keterangan warga, ada lima ekor harimau yang berkeliaran.

Tim kemudian meminta Syawal untuk menunjukkan bukti, karena sebelumnya kabarnya ada menyimpan foto dan video. Syawalpun menunjukan yang menurut pengakuannya hasil 'jepretannya'.

"Setelah diselidiki ternyata adalah semua hasil editan. Video dan fotonya merupakan penampakan harimau di kasawan konservasi Zambrut di Siak beberapa waktu lalu," imbuhnya.

Tim gabungan juga menelusuri jejak yang disebut adalah tapak harimau. Setelah ditelusuri jejak yang ditemukan palsu dan ada juga dari hewan lain.

Baca Juga: Sebar Hoaks soal Penjualan Organ Tubuh, Ketua RT di Palangkaraya Ditangkap 

Hasil penelusuran tim, jejak tersebut palsu. Ini karena tidak lazim jari depan berjumlah lima dan telapak kaki lebar dengan ukuran panjang 19 sentimeter lebar 18 sentimeter. Ada juga ditemukan jejak harimau dahan.

"Pelaku mengaku melihat keluarga harimau, setelah diinterogasi akhirnya dia mengakui semua adalah cerita bohong," tutur dia.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini