nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ragam Reaksi Calon Jamaah Umrah yang Gagal Berangkat, Kaget hingga Dikira Hoaks

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 28 Februari 2020 14:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 28 519 2175526 ragam-reaksi-calon-jamaah-umrah-yang-gagal-berangkat-kaget-hingga-dikira-hoaks-gZJLT9I9lB.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

SURABAYA - Sejumlah calon jamaah umrah asal Jawa Timur yang akan berangkat menyayangkan pelarangan kedatangan umrah oleh pemerintah Arab Saudi. Pelarangan sementara itu imbas mewabahnya Covid 19 atau virus korona di seluruh dunia.

Calon jamaah umrah asal Kota Surabaya Rizal mengaku dirinya sudah mendapat kepastian tidak jadi berangkat pada Kamis siang 27 Februari 2020. Ia sedianya diberangkatkan pada Senin 2 Maret 2020.

"Sudah dapat pemberitahuan dari biro perjalanan juga. Saya lihat beritanya juga memang demikian. Saya pribadi ya mengikuti saja meskipun sudah persiapan," ujar Rizal saat dihubungi Okezone, Jumat (28/2/2020).

Dirinya mengaku menerima keputusan pemerintah Arab Saudi yang disebutnya sudah mempertimbangkan banyak hal demi kebaikan bersama.

Baca Juga: Khawatir Wabah Virus Korona, Arab Saudi Hentikan Sementara Pelaksanaan Umrah

"Apapun keputusan yang diambil dari Arab Saudi kita ikut saja. Di situ juga ada kebaikan buat kita, karena itu mungkin mereka antisipasi ketika jamaah lainnya masuk. Jadi ketika kita datang seenggaknya yang di sana sudah lebih baik, tidak ada rasa was-was saat beribadah," jelasnya.

Ia pun menerima bila pemberangkatannya ditunda sementara waktu. Karena menurutnya, adanya penundaan ini akan lebih mempersiapkan matang lagi mengenai persiapan fisik dan pengetahuan keagamaan berkaitan prosesi umrah.

Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Dekati Arab Saudi agar Jamaah Indonesia Bisa Umrah

"Menunggu sesiapnya berangkat saja, sabar dari sananya kalau sudah siap pasti ada konfirmasi. Kita ambil hikmahnya. Sambil nunggu, sambil mempersiapkan diri juga. Ibaratnya pertama fisiknya disiapkan, nambah ilmu dari buku yang dikasih kita pelajari lagi. Ya biar lebih siap lagi," imbuhnya.

Rizal mengatakan tak ada masalah mengenai waktu, hal ini karena pihak kantornya telah memahami persoalan yang dihadapi. "Kantor saya tahu, ini diberangkatkan kantor. Semua dapat dari kantor dari bos juga support. Jadi masih wajar sajalah gak apa-apa tidak ada pengaruh," tuturnya.

Hal serupa terjadi pada jamaah lain Nur Hanifah, jamaah asal Bojonegoro ini sedianya akan berangkat ke tanah suci pada 2 Maret 2020 mendatang. Namun harapannya berangkat harus tertunda lantaran kebijakan penutupan bandara dari puluhan negara jamaah umrah.

"Ya awalnya kaget saya kira itu kabar hoax. Apalagi ini mendadak sekali. Tapi mau bagaimana lagi, saya juga tidak bisa mencampuri hak pribadi pemerintah Arab Saudi," ucap perempuan 34 tahun ini.

Hanifah menyatakan penundaan keberangkatan ini dijadikan bagian dari ujian kesabaran sebelum berada di tanah suci. "Namanya mau ibadah pasti ada halangan dan godaanya. Insya Allah saya sabar menunggu saja kapan bisa berangkat. Toh di tempat kerja juga gak mempermasalahkan kalau harus mengubah jadwal cuti lagi," tukasnya.

Sejak Kamis kemarin setidaknya ada ratusan jamaah umrah dari Jawa Timur yang gagal berangkat ke Arab Saudi akibat kebijakan pelarangan masuk jamaah dari negara baru yang terdampak Covid 19 atau virus korona.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini