Covid-19 Menyebar ke 80 Negara, Terbaru: Ukraina, Argentina hingga Chile

Rachmat Fahzry, Okezone · Rabu 04 Maret 2020 08:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 04 18 2177824 covid-19-menyebar-ke-80-negara-terbaru-ukraina-argentina-hingga-chile-vM4C3OIFZq.jpg Partikel virus korona jenis baru. (Foto/Peoples Daily)

KIEV - Ukraina dan Gibraltar melaporkan kasus pertama Covid-19 di wilayahnya, Selasa 3 Maret 2020, hingga jumlah penyebaran virus sudah meluas ke 80 negara.

Pejabat kesehatan di Ukraina mengungkapkan pasien merupakan seorang pria yang memiliki riwayat perjalanan dari Italia dan melakukan perjalanan ke Chernivtsi melalui Rumania.

“Kemarin, saya memberi tahu kita memiliki empat kasus yang diduga [Covid-19]. Hari ini, salah satu dari kasus itu telah dikonfirmasi,” kata Wakil Menteri Kesehatan Ukraina Viktor Lyashko, menyitir Daily Mail, Rabu (4/3/2020).

Menteri Kesehatan Gibraltar Fabian Picardo mengonfirmasi kasus pertama virus korona melalui Twitter, tetapi tidak mengkonfirmasi identitas pasien.

Baca juga: Australia Bisa Tahan Paksa Pasien Covid-19

Baca juga: Pasien Terakhir Dipulangkan, Rumah Sakit Darurat Virus Korona di Wuhan Ditutup

Dia menulis, “Kami memiliki kasus #Coronavirus # Covid19 yang dikonfirmasi di Gibraltar. Pasien telah melakukan perjalanan ke Italia Utara melalui bandara Malaga.”

Foto/Okezone

Laporan pertama kasus Covid-19 juga dilaporkan Argentina dan Chile pada Selasa.

Pasien pertama di Argentina merupakan pria 43 tahun yang baru kembali dari Italia pada 1 Maret.

Menteri Kesehatan Gines Gonzalez Garcia mengatakan pasien Argentina itu telah diisolasi sejak datang ke klinik kesehatan swasta di Buenos Aires pada hari ia kembali.

"Kami telah mengidentifikasi kasus pertama. Ini adalah warga Argentina berumur 43 tahun yang datang dari Italia, tetapi juga telah melakukan perjalanan di sekitar bagian lain Eropa,” kata Gonzalez Garcia melansir AFP.

Sementara pasien di Chile adalah pria Chili berusia 33 tahun telah menghabiskan sebulan di Asia Tenggara.

Menteri Kesehatan Chile Jaime Manalich mengatakan pasien itu telah dibawa ke rumah sakit di kota Talca, sekitar 350 kilometer di Santiago.

Pasien menghabiskan waktu di Singapura dan tiba kembali di Chile pada 25 Februari.

Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di China ada lebih dari 80.000 kasus dan 2.943 kematian saja. Di tempat lain, negara-negara utama yang terkena dampak adalah Korea Selatan (5.186 kasus, 28 kematian), Italia (2.502 kasus, 79 kematian) dan Iran (2.336 kasus, 77 kematian).

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini