KULONPROGO - Sejumlah anggota Polres Kulonprogo melakukan pengawasan bahan makanan beredar di sejumlah pasar tradisional. Mereka juga mengecek ketersediaan dan stok masker di apotek dan toko modern.
“Ini adalah pantauan dari Tim Satgas Pangan untuk memantau ketersediaan sembako dan juga ketersediaan dan harga masker,” jelas Kabagops Polres Kulonprogo Kompol Sudarmawan, di sela memimpin pengawasan.
Sejauh ini ketersediaan sembako aman dan masyarakat tidak melakukan aksi borong seperti di kota lain. Kondisinya masih kondusif dan stok cukup melimpah. Namun untuk masker dan hand sanitizer stoknya terbatas. Bahkan beberapa apotek tidak lagi memiliki stok, karena distributor tidak mengirimkan dalam beberapa pekan. Sedangkan permintaan pasar justru meningkat.
Baca Juga: Presiden Jokowi Imbau Masyarakat Tak Lakukan Panic Buying
“Kita pastikan agar tidak ada penimbunan dan harga stail,” jelas perwira yang menjadi plh Wakapolres Kulonprogo ini.
Sementara itu, pemilik Apotek Tri Farma Handoko mengaku stok masker tinggal dua kotak. Itupun sudah tidak utuh dan dijual dengan eceran. Mereka membatasi pembelian dari masyarakat dan maksimal hanya 10 unit.
“Stoknya memang minim. Kemarin dapat 5 boks dan hari ini tinggal dua,” jelasnya.
Kekosongan ini karena memang distributor tidak mengirimkan barang. Padahal konsumen membutuhkan masker. Kondisi ini mengakibatkan harga melonjak drastis. Masker yang sebelumnya diharga Rp18 ribu menjadi Rp250 ribu per kotak. Sedangkan yang kualitas bagus dari Rp35 ribu juga naik menjadi Rp350 ribu.
“Kita juga tidak berani menyetok banyak,” jelasnya.