4 Rumah Sakit Jadi Rujukan Pasien Suspect Korona di DIY

Kuntadi, Koran SI · Kamis 05 Maret 2020 15:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 05 510 2178641 4-rumah-sakit-jadi-rujukan-pasien-suspect-korona-di-diy-VriPdyz3M9.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

YOGYAKARTA – Sebanyak dua rumah sakit di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan untuk mengantisipasi pasien suspect virus korona (Covid-19).

Kedua rumah sakit terakhir yang ditunjuk yaitu RSUD Wates dan RSUD Kota Yogyakarta, sehingga kini ada empat rumah sakit rujukan bagi suspect korona. Sebelumnya rumah sakit rujukan yang ditunjuk adalah RSUP dr Sardjito, dan RS Panembahan Senopati, Bantul.

Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembayun, Seyaning Astutie mengatakan, penambahan ini mendasarkan apda keputusan Menteri Kesehatan (Menkes). Di mana sebelumnya hanya ada 100 rumah sakit rujukan. Namun saat ini sudah bertambah menjadi 137 rumah sakit. Dua tambahan berada di DIY.

“Draf terbaru, RSUD Wonosari tidak jadi dan diganti RS Kota dan RSUD Wates,” jelas Pembayun kepada wartawan di Gedong Pracimosono, Komplek Kepatihan Yogyakarta, Kamis (5/3/2020).

Penunjukan ini, kata dia berdasarkan pada kesiapan SDM, seperti tim dokter perawat maupun sarana prasarana pendukung. Di antaranya ketersediaan ruang isolasi, di mana di RSUD Bantul dan RSUD Wates ada 4 kamar dan RSUD kota ada 10 kamar.

“Kalau di (RS) Sardjito banyak, karena menjadi rujukan tertinggi dan nasional,” ujarnya.

Salah satu tenaga kesehatan yang wajib adalah ketersediaan dokter spesialis paru-paru atau dokter penyakit dalam yang kompeten dalam menangani pasien.

“Harapan kita ada langkah dari kementerian khususnya alat pelindung diri dan masker, karena ini penting untuk rumah sakit rujukan,” kata dia.

Sementara itu, Tim Airbone Diseased RSUP dr Sardjito, Ika Trisnawati berharap masyarakat tidak panik dengan virus korona. Karena dari sebuah studi, angka kematian penderita sangat rendah, hanya 3,4 persen. Sementara SARS yang pernah muncul justru lebih tinggi dekitar 9,4 persen. Sedangkan Mers jauh lebih tinggi sekitar 34,4 persen.

“Masyarakat jangan panik, karena beberapa penderita justru sembuh,” jelasnya.

Beberapa penderita juga usianya cenderung tua dan lansia. Sementara yang berada di usia produktif antara daya tahannya lebih kuat dan banyak yang sembuh.

Sementara itu, Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji berujar bahwa gubernur sudah mengeluarkan instruksi untuk penanganan korona. Harapannya dari semua pihak bisa ikut terlibat dalam upaya pencegahan dan penanganan.

“Dalam instruksi itu semua OPD hingga bupati sampai kepala desa diharapkan ikut mengantisipasi penyebaran korona,” tandasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini