Sutiaji mengingatkan rumah sakit, apotek, puskesmas, hingga perorangan yang masih menjual masker tidak sengaja menyimpan dan menjualnya di harga tinggi di saat kebutuhan masker mulai langka seperti saat ini.
"Teman - teman apoteker, penyedia alat kesehatan, dan perorangan yang jual, jangan sampai dia bermain itu. Jangan sampai dibeli terus dijual di online dengan harga tinggi. Jangan sampai, karena kita hukumnya jelas, orang yang bermain akan ditindak oleh pihak berwajib. Saya kira indikatornya itu jelas," lanjutnya.
Sementara itu, salah satu distributor masker Agus Suyono mengakui bila kekurangan stok masker disebabkan mandeknya bahan baku masker yang disuplai dari Jerman. "Stok kosong karena terbengkalai bahan bakunya dari Jerman," tambah Agus.
"Kami distributor ke rumah sakit di Malang. Di Malang kadang kami bagi 5 karton, Sampai sekarang belum ada masker, harga di kami naik standar, di kami Rp 20 ribu, tapi naik sekarang harganya Rp 80ribu sampai Rp100 ribu per boks. Satu boks-nya isi lima puluh," tutupnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.