CIREBON - Seorang perempuan asal Kabupaten Majalengka dirujuk untuk menjalani perawatan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati, Kota Cirebon, Jawa Barat. Sebelumnya, ada kabar yang menyebutkan, kalau perempuan ini sempat di tempatkan di ruang isolasi RSUD Majalengka beberapa waktu lalu.
Dari informasi yang dihimpun Okezone, perempuan ini sudah menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Majalengka selama tiga hari. Perempuan ini mengalami gejala batuk, demam, serta sesak napas, seusai pulang dari menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi. Kini, diketahui kalau ia tengah dirawat di RSD Gunung Jati.
Koordinator Tim Dokter Penanganan Pasien Korona di RSD Gunung Jati, yakni dr. Syifa Imelda membenarkan, kalau perempuan asal Kabupaten Majalengka itu saat ini sedang menjalani perawatan di RSD Gunung Jati. Akan tetapi meski menjalani perawatan, perempuan ini tidak di tempatkan di ruang isolasi.
Dijelaskan Syifa, setelah mengkaji hasil pemeriksaan laboratorium, rontgen, dan riwayat penyakitnya, bisa disimpulkan kalau perempuan itu tidak termasuk kedalam kategori pasien pengawasan atau diduga terjangkit virus korona (Covid-19). Berangkat dari hal tersebut pihak RSD Gunung Jati akhirnya hanya merawatnya di ruangan biasa. Bukan diisolasi di tempat khusus.
"Setelah kami kaji dilihat dari hasil laboratoriumnya, rontgen, dan riwayat penyakitnya, pasien itu tidak termasuk kriteria Covid-19. Jadi kami tidak isolasi pasien tersebut. Tapi kami tetap merawat, karena pasien itu punya keluhan," ujar Syifa saat ditemui Okezone di RSD Gunung Jati, Kota Cirebon, Jawa Barat. Rabu (3/3/2020).

Baca Juga: Lebanon Terpapar Virus Korona, 1 Positif dan 2 Suspect
Syifa menyampaikan, sebagai salah satu dari 100 rumah sakit di seluruh Indonesia, yang disiapkan untuk penanganan virus korona, RSD Gunung Jati sudah menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana untuk merawat pasien suspect ataupun paisen positif virus korona.
Dirinya memaparkan, di RSD Gunung Jati terdapat empat ruang isolasi yang dikhususkan untuk merawat pasien. Di ruang isolasi juga terdapat beberapa fasilitas seperti CCTV, monitor, alat tekanan darah, alat pendeteksi detak nadi, saturasi oksigen, alat respirasi, dan alat pendeteksi suhu. Bahkan, jika pasien mengalami sesak napas, di empat ruang itu sudah tersedia satu unit alat bantu napas atau ventilator.
Syifa juga memastikan seluruh tim medis di RSD Gunung Jati selalu di siagakan. Sampai saat ini sudah ada tiga dokter spesialis paru-paru, yang siap memberikan penanganan dan perawatan terhadap pasien.
"Tim medis di RSD Gunung Jati selalu melakukan koordinasi dengan unit-unit terkait seperti dengan Dinas Kesehatan, Kemenkes, serta dokter yang menjadi tim ahli virus korona Jawa Barat di RS Hasan Sadikin Bandung," ucap Syifa.
(Edi Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.