MALANG - Pemerintah memastikan akan terus menambah rumah sakit rujukan guna menangani pasien yang {suspect} virus korona. Sebelumnya 100 rumah sakit telah diputuskan menjadi tempat rujukan korona, kini ditambah menjadi 137 rumah sakit.
Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat mengisi materi Kolokium Nasional Interdisipliner Cendekiawan Muda Muhammadiyah di Malang pada Jumat (6/3/2020).
"Sebelumnya kan hanya 100 rumah sakit, sekarang kita tambah jadi 137 rumah sakit," ucap Muhadjir Effendy.
Pihaknya juga mendorong sejumlah rumah sakit swasta yang memenuhi persyaratan untuk menjadi tujuan rujukan, bilamana ada pasien suspect korona.
"Rumah sakit swasta yang memenuhi syarat kita dorong menjadi rujukan. Semakin banyak semakin baik, yang belum siap jadi rumah sakit rujukan, jadi rumah sakit pertolongan pertama dan stabilisasi, sebelum dikirim ke rumah sakit rujukan," kata Muhadjir.
Baca Juga : Surat Keterangan Bebas Virus Korona Tidak Ada Manfaatnya
Sejumlah rumah sakit rujukan virus korona sendiri telah tersebar di hampir seluruh provinsi di Indonesia, di antaranya, RSPI dr. Sulianti Saroso, RS Persahabatan di Jakarta, RSUD dr. Soetomo, RSUD Saiful Anwar, dan RSUD dr. Soebandi di Jawa Timur.
Kemudian ada RSU Jayapura di Papua, RSU Chasan Basoeri Ternate di Maluku Utara, RSU dr. M. Haulussy Ambon di Maluku.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.