Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Meninggal di RSUP Sardjito, Pasien Ini Negatif Korona

krjogja.com , Jurnalis-Jum'at, 06 Maret 2020 |16:11 WIB
Meninggal di RSUP Sardjito, Pasien Ini Negatif Korona
Ruang Isolasi RSUP dr Sardjito yang Digunakan Merawat Pasien dengan Pengawasan Virus Korona (foto: Harminanto/KRJogja)
A
A
A

SLEMAN – Seorang pasien dalam pengawasan Virus Korona di RSUP dr Sardjito, Yogyakarta, meninggal dunia, pada Kamis 5 Meret 2020 siang. Namun pasien berinisial R (74) itu dinyatakan negatif Covid-19.

Plh Direktur Utama RSUP Dr Sardjito, dr Rukmono Siswishanto mengungkapkan, pasien yang merupakan rujukan dari RS Jogja. Pasien R meninggal dunia pada Kamis sekira pukul 11.30 WIB.

Baca Juga: Selain Siapkan 20 Rumah Sakit, Muhammadiyah Juga Siagakan Tim Covid-19 Command Center 

Keluarga Pasien Virus Korona Tiba di Rumah Sakit Sulianti Saroso

“Sebelumnya RSUP Dr Sardjito melakukan pemeriksaan baik fisik maupun melalui rongten pada pasien dan mengindikasikan adanya radang paru mengarah pada infeksi bakteri. Hal ini didukung hasil lab Liitbangkes yang kami terima pada 5 Maret 2020 kemarin, bahwa pasien tersebut negatif baik Covid-19 maupun Mers-Cov,” ungkap Rukmono, Jumat (6/3/2020).

Ketua Crisis Disease RSUP Dr Sardjito, dr Ika Trisnawati menambahkan pasien meninggal dunia tersebut sudah dibawa pulang pihak keluarga pagi hari tadi pukul 04.30 WIB menuju daerah asal di Bengkulu.

Sebelum tes menyatakan negatif, jenazah pasien Ny R tersebut sempat diperlakukan seperti pasien infeksius menggunakan plastik.

Baca Juga: 4 Orang Diduga Kuat Suspect Virus Korona Alami Batuk-Pilek

“Namun setelah hasil tes keluar dan hasilnya negatif, kita kabari pihak keluarga agar pemakamannya bisa menyesuaikan. Kematiannya karena sudden cardio death atau kematian mendadak akibat proses jantung. Sangat mungkin beliau kurang kalium dan dari pemeriksaan EKG dulu pernah ada gangguan jantung,” sambung Ika.

Saat ini Sardjito masih merawat intensif di ruang isolasi satu pasien dengan dugaan Covid-19 yakni seorang mahasiswa asal Jepang. Hasil tes Litbangkes sendiri baru akan keluar 1-2 hari ke depan sehingga hingga saat ini belum ada pernyataan resmi terkait status penyakit pasien tersebut.

(Fiddy Anggriawan )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement