SOLO – Erupsi Gunung Merapi pada Selasa 3 Maret 2020 pagi ternyata berpengaruh terhadap pengerjaan Flyover Purwosari Solo. Proyek ini sempat terhenti beberapa jam akibat terjadi hujan abu vulkanis Merapi pada hari itu.
Tetapi usai hujan abu erupsi mereda, pekerjaan proyek kembali berjalan normal. Penghentian sementara pekerjaan proyek Flyover Purwosari Solo tersebut demi menjaga keselamatan dan kesehatan para pekerja.
Baca juga: Tinggi Kolom Erupsi Gunung Merapi Mencapai 6.000 Meter
Mengutip dari Solopos, Jumat (6/3/2020), proyek Flyover Purwosari Solo telah mencapai 7,6 persen. Manajer Pelaksana Proyek Flyover Purwosari Solo, Muhammad Rivai Miraj, mengatakan hujan abu erupsi Merapi tidak berdampak pada teknis pelaksanaan pembangunan.
Ia menerangkan, namun demi faktor keselamatan dan kesehatan pekerja, proyek sempat dihentikan beberapa jam. Setelah gerimis mengguyur Kota Solo, pekerjaan kembali dimulai.
Sebagaimana diketahui, Gunung Merapi kembali mengalami erupsi pada Selasa 3 Maret 2020. Erupsi terjadi sekira pukul 05.22 WIB.
"Erupsi tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 milimeter dan durasi 450 detik," jelas Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melalui akun Twitter-nya.
Baca juga: Landasan Pacu Tertutup Abu Erupsi Merapi, Bandara Adi Soemarmo Ditutup 1 Jam
Berdasarkan informasi BPPTKG, tinggi kolom erupsi mencapai 6.000 meter dari Puncak Gunung Merapi.
"Awan panas guguran ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak maksimal 2 kilometer. Arah angin saat erupsi ke utara," lanjutnya.
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.