TANGERANG - Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330 yang mengevakuasi 68 Warga Negara Indonesia (WNI) kru Kapal Pesiar Diamond Princess di Yokohama, Jepang, awal Maret lalu hingga saat ini belum beroperasi. Pesawat tersebut masih berada di hangar Bandara Kertajati setelah selesai dilakukan disinfeksi selama lima hari.
"Pesawat ada di Kertajati. Posisinya saat ini standby, semua pelaksanaan maintenance dan juga disinfeksi sudah selesai," ujar Direktur Line Operation GMF AeroAsia, Beni Gunawan di Hangar 2 GMF AeroAsia, Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (7/3/2020).
Baca Juga: DPR Usulkan Pemerintah Bentuk Satgas Virus Korona

Beni juga menegaskan, pesawat tersebut saat ini sudah steril dan telah menjalani perawatan sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku seperti mendapatkan penyemprotan disinfektan secara rutin dan tidak dioperasionalkan sementara waktu.
Tak hanya itu, pesawat tersebut terlebih dahulu sudah diberikan cairan disinfektan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandung sebelum tiba di Bandara Kertajati.
"Sudah dinyatakan clear dan sudah diservis, sudah maintenance juga pesawat itu, saat ini pesawat masih standby. Sebelum sampai di Kertajati juga pesawatnya sudah didisinfeksi oleh KKP setempat" ucap Beni.
Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setyaputra menjelaskan kalau evakuasi 68 awak kabin tersebut menggunakan jenis pesawat berbadan lebar atau wide body, yakni Airbus A330. Ia juga menjelaskan, setelah tiba di Indonesia, pesawat tersebut akan masuk hanggar untuk dilakukan sterilisasi selama lima hari berturut-turut.
Baca Juga: Pengunjung CFD Akan Dicek Suhu Tubuhnya, Ini Lokasinya

(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.