JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah memeriksa 620 spesimen atau sampel dari pasien dalam pengawasan virus korona atau Covid-19, kemudian mengujinya di laboratorium. Tujuannya untuk mengetahui kasus korona yang ada di Indonesia.
"Total yang sudah kita periksa itu ada 620 spesimen," ujar Juru Bicara Penanganan Virus Korona Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Minggu (8/3/2020).
Ke 620 spesimen yang diperiksa tersebut merupakan kiriman dari 25 provinsi di Indonesia. Jumlah spesimen ini melonjak dibandingkan dua hari lalu yang hanya 227 spesimen pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19.

Yurianto menuturkan banyaknya spesimen ini terjadi karena bertambahnya jumlah pasien dalam status pengawasan korona. "Ini berdasarkan dari pemantauan yang terus menerus terhadap orang-orang dalam pemantauan atau ODP," tutur Yuri.