Detik-Detik Mengerikan Puting Beliung "Mengamuk" di Ambarawa

Taufik Budi, Okezone · Minggu 08 Maret 2020 20:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 08 512 2180144 detik-detik-mengerikan-puting-beliung-mengamuk-di-ambarawa-m6ELiwHdAa.jpg Angin puting beliung "mengamuk" di Ambarawa (Foto : Istimewa)

SEMARANG – Angin puting beliung yang melanda kawasan Ambarawa Kabupaten Semarang Jawa Tengah, terekam dalam video amatir warga. Atap bangunan SPBU beterbangan hingga mengakibatkan kepanikan masyarakat yang hendak mengisi BBM.

Peristiwa itu melanda SPBU 44.507.16 yang beralamat di Jalan Raya Bawen-Pingit, KM 41.5, Ngampin, Ambarawa. Detik-detik peristiwa menegangkan itu terjadi pada Minggu (8/3/2020), sekira pukul 13.20 WIB.

“Badai Lur, badai. Keramike do mlayu (keramik beterbangan),” kata warga yang merekam saat peristiwa angin puting beliung.

Sambil merekam dari dalam mobil, warga tersebut memacu kendaraannya menyelinap di balik truk-truk tronton di area SPBU. Dalam hitungan detik, atap bangunan sedikit demi sedikit terkoyak hingga terbang terbawa angin.

Warga tersebut pun meneruskan perjalanan sambil tetap merekam. Beragam material seperti seng dan kayu beterbangan. Mendung gelap terlihat menggantung di angkasa. “Kae seng (itu seng), duwure ra umum (terbang sangat tinggi),” lugasnya sambil memberi peringatan seng akan jatuh.

“Badai, badai, badai…,” lanjutnya dalam video berdurasi 1 menit 22 detik tersebut.

Baca Juga : Siswi SMP Ngaku Jadi Korban Penculikan, Setelah Diselidiki Ternyata Hoaks

Unit Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV wilayah Jateng-DIY, Anna Yudhiastuti mengatakan, untuk sementara, SPBU tersebut dan tidak melayani konsumen. Bagi konsumen yang ingin mendapatkan layanan BBM, disarankan ke SPBU terdekat yaitu SPBU 44.506.10 di Jalur Lingkar Ambarawan (berjarak +/- 1,5 kilometer dari lokasi kejadian), serta SPBU 44.506.02 di daerah Jambu (berjarak 2 kilometer).

"Hingga informasi ini disampaikan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara ini kerugian belum dapat diperkirakan," kata Anna. (aky)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini