Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Korban Meninggal Akibat Covid-19 Melonjak di Tengah Pemberlakuan Lock Down di Italia

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 09 Maret 2020 |11:49 WIB
Korban Meninggal Akibat Covid-19 Melonjak di Tengah Pemberlakuan <i>Lock Down</i> di Italia
Foto: Okezone.
A
A
A

ROMA - Jumlah korban meninggal dunia akibat virus korona baru (COVID-19) di Italia telah melonjak 133 orang dalam sehari menjadi 366. Lonjakan itu terjadi di tengah penutupan (lock down) yang diberlakukan pemerintah Italia di beberapa wilayah di utara negeri itu.

Berdasarkan keterangan badan Perlindungan Sipil Italia, jumlah total kasus infeksi COVID-19 juga melonjak sebesar 25% menjadi 7.375 dari 5.883 kasus yang tercatat di hari sebelumnya.

BACA JUGA: talia Wajibkan 16 Juta Orang di Karantina Akibat Virus Korona

Pada Minggu, 8 Maret 2020, Pemerintah Italia memberlakukan langkah-langkah radikal untuk mencegah penyebaran penyakit COVID-19 lebih lanjut, dengan menutup 15 provinsi di utara negara itu, termasuk wilayah Lombardy yang menjadi pusat penyebaran virus korona di Italia.

Berdasarkan aturan karantina baru itu, 16 juta orang yang tinggal di wilayah-wilayah tersebut memerlukan izin khusus pihak berwenang untuk bepergian.

Perdana Menteri Giuseppe Conte juga mengumumkan penutupan sekolah, gimnasium, museum, klub malam dan tempat-tempat lain di seluruh negeri. Pembatasan itu akan berlaku setidaknya hingga 3 April 2020.

Pimpinan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus memuji Italia karena melakukan "pengorbanan yang tulus" dengan pembatasan-pembatasan itu. Hingga Minggu, hanya sekitar 50.000 orang di Italia utara yang terkena dampak karantina.

Italia memiliki salah satu populasi tertua di dunia. Virus ini sangat berbahaya bagi orang tua dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan mendasar.

BACA JUGA: Italia Utara Ditutup Imbas Korona, Kemenlu Imbau 1.239 WNI Tetap Tenang

Dengan angka-angka terbaru itu, Italia sekarang memiliki jumlah tertinggi infeksi COVID-19 yang dikonfirmasi di luar China, di mana wabah itu pertama kali muncul pada Desember 2019. Italia telah menyusul Korea Selatan, yang memiliki 7.313 kasus yang dikonfirmasi.

Menurut laporan terbaru, saat ini jumlah infeksi di seluruh dunia mencapai lebih dari 107.000 kasus, dengan sekitar 3.600 kematian.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement