"Saya sadar tidak mungkin guru BK memegang 150 anak sendirian dan bisa mengenali satu-satu," ucapnya.
Berdasarkan hasil penelusuran pihaknya, NF memang memiliki sejumlah masalah keluarga. Masalah itu menurutnya bisa diatasi jika pihak sekolah memberikan pengajaran dan bimbingan yang baik.
"Ini harusnya ditangkap juga oleh guru yang mengajar bidang itu. artinya ini anak bisa dieksplor kemampuannya tadi, sehingga dia bisa melupakan masalahnya tadi, bisa move on dari masalah yang ada," ucapnya.
Baca juga: Speedboat Paspampres Kecelakaan di Palangka Raya, 19 Personel Selamat
NF mengaku dengan sengaja menenggelamkan APA (6) di bak mandi, kemudian dcekik hingga mengeluarkan darah, Kamis 6 Maret 2020. NF lalu mengikat korban dan menyembunyikan di lemari miliknya selama satu malam. Keesokan harinya, pelaku merasa kebingungan untuk membuang jasad korban.