Sebenarnya untuk seluruh komoditas, dana KUR Kabupaten Garut mencapai lebih dari Rp 1 triliun yang berada di beberapa bank. Yaitu BJB, Mandiri, BRI dan BNI, dan disalurkan untuk komoditas hortikultura, peternakan, perkebunan dan tanaman pangan.
Dudung optimis, dengan hasrat yang tinggi petani Garut bisa memanfaatkan dana KUR ini dengan optimal, sehingga realisasi dapat terserap seratus persen. Permasalahan pengembalian pun dari petani diharapkan dapat diatasi dengan melihat pengalaman di 2018 dan 2019.
Salah satu kecamatan yang cukup besar menerima dana KUR adalah Kecamatan Banyuresmi. Endra, Kepala UPTD Kecamatan Banyuresmi mengatakan, di Kecamatannya teralokasi dana KUR sebesar Rp10 miliar untuk tahun anggaran 2020. Kelompok tani penerima manfaat juga sudah siap, sehingga diharapkan dapat segera tersalurkan.
Turunnya suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) akan menjadi angin segar bagi petani. Pasalnya, KUR untuk petani skemanya berbeda dengan KUR pada umumnya.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy Edhy menerangkan, petani mendapatkan keringanan untuk membayarnya, yakni dapat dibayar dan boleh dicicil pada saat produk pertaniannya sudah menghasilkan (panen).