nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alami Bullying hingga Kekerasan Fisik, Siswi SD Depresi Berat

Nanang Fahrurozi, Jurnalis · Selasa 10 Maret 2020 23:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 10 340 2181285 alami-bullying-hingga-kekerasan-fisik-siswi-sd-depresi-berat-h4Q6EG6xx9.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

MERANGIN - Sungguh nahas di alami siswi Sekolah Dasar Negeri 33 Merangin, Jambi berinisial SN (13), ia depresi berat karena telah di bully dan juga diduga mengalami kekerasan fisik oleh teman-temannya.

Kejadian Bullying yang di alaminya terjadi sekitar satu bulan yang lalu. Dimana saat itu korban tak mau memberi contekan pelajaran kepada teman-temannya hingga korban mengalami bullying bahkan kekerasan.

Usai kejadian tersebut, sempat terjadi mediasi antara orang tua korban dan orang tua pelaku serta pihak sekolah yang dilakukan di SDN 33 Merangin.

Dan dalam perundingan tersebut, pihak korban hanya menginginkan jika anaknya di scan dan dilakukan pengobatan karena diduga sempat dianiaya oleh enam siswa. Kesepakatan pun terjadi antara ketiga belah pihak dengan membawa korban berobat dan dilakukan scaner, namun dari hasil scaner korban tidak mengalami luka di sekujur tubuhnya.

Namun berselang satu minggu usai perundingan, korban tiba-tiba mengalami depresi yang berat hingga mengalami demam. Bahkan korban histeris jika melihat seseorang menggunakan seragam dinas atau seragam sekolah.

Melihat anaknya mengalami depresi berat, orang tua korban membawa korban ke Dinas P2TP2A untuk mengadukan hal tersebut. Usai di tangani, korban langsung dibawa ke RSUD Kol.Abunjani Bangko untuk dilakukan perawatan.

Kini korban hanya terbaring dengan tangan diikat agar tidak melakukan tindakan bodoh yang menciderainya. Sempat sesekali korban meronta-ronta dan berontak untuk tidak ditemui media.

Orang tua korban, Siti Habibah mengatakan, anaknya sudah mengalami depresi berat usai di bullying dan mengalami kekerasan fisik oleh temannya.

"Jika bertemu orang yang memakai seragam dinas, dia teriak-teriak, apalagi lihat orang pakai pakaian sekolah. Ya, anak saya di tarik rambutnya di benturkan kepalanya ke dinding oleh temannya dan itu membuat anak saya trauma," ucap Siti Habibah.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan M Zubir mengatakan, jika dirinya baru mengetahui hal tersebut.

"Tadi saya ditanya rekan media, dan langsung saya panggil kepala sekolahnya, dan ungkap kepala sekolah kasus ini sudah di selesaikan dan tidak terjadi permasalahan lagi, dan hari ini kasus tersebut muncul kembali, namun saya akan mengecek langsung fakta yang sebenarnya," kata Zubir.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini