Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dua Warga Cirebon Meninggal Dunia Akibat DBD

Fathnur Rohman , Jurnalis-Selasa, 10 Maret 2020 |16:21 WIB
 Dua Warga Cirebon Meninggal Dunia Akibat DBD
Foto Ilustrasi Okezone
A
A
A

CIREBON - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon mencatat, dalam kurun waktu dua bulan terakhir ada dua warga Kabupaten Cirebon, Jawa Barat yang meninggal dunia akibat demam berdarah dengeu (DBD).

Menurut Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Cirebon, Nanang Ruhyana, dua orang yang meninggal dunia akibat DBD itu merupakan warga Desa Plumbon dan Desa Pamengkang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Ia menyebut, sampai saat ini ada sekitar 173 warga Kabupaten Cirebon yang terkena DBD.

Nanang mengungkapkan, jumlah warga yang terkena DBD sampai saat ini mengalami penurunan, apabila dibandingkan dengan jumlah warga yang terkena DBD ditahun sebelumnya pada periode yang sama. Yakni sebanyak 584 orang dengan jumlah kematian sekitar 7 orang.

"173 orang sampai dengan tanggal 8 kemarin. Dengan yang meninggalnya dua. Meski menurun, tapi setiap minggunya ada saja yang kena," kata Nanang saat ditemui Okezone, di Kantor Dinkes Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (10/3/2020).

Ia menjelaskan, wilayah di Kabupaten Cirebon yang paling banyak ditemukan kasus penyakit DBD adalah wilayah Kabupaten Cirebon bagian timur. Khususnya di empat kecamatan yaitu Kecamatan Lemahabang, Kecamatan Babakan, Kecamatan Sedong, serta Kecamatan Greged.

Lebih lanjut, Nanang mengatakan, masyarakat di Kabupaten Cirebon harus mengetahui karakteristik penyakit DBD. Sebab, penyakit DBD memiliki siklus tersendiri yang biasa disebut dengan siklus pelana kuda.

Ia memaparkan, dalam siklus pelana kuda, demam yang diderita pasien DBD akan mereda atau turun di hari ke lima (terhitung saat pasien pertamakali terkena DBD). Setelah itu, pada hari ke enam dan ke tujuh, demam yang diderita pasien DBD akan kembali naik. Ia menyarankan, supaya pasien yang terkena DBD tetap memeriksakan kondisi tubuhnya sampai masa siklus pelana kuda berakhir.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement