BEKASI - Volume kendaraan akan membebani Kota Bekasi imbas dari larangan truk yang bermuatan berdimensi lebih (Over Dimension Over Load atau ODOL) melintas di Tol Jakarta-Cikampek (Japek).
Pengamat tata kota Yayat Supriatna mengatakan, pemberlakuan larangan truk ODOL di Tol Japek tentunya akan berdampak jalan-jalan nasional seperti Kota Bekasi. Pasalnya, para sopir truk akan mencari jalur alternatif salah satunya jalan raya yang berada di Bekasi.
Baca Juga: Korlantas Polri Ancam Penjarakan Pengusaha jika Masih Gunakan Kendaraan ODOL
"Kita tahu truk ODOL ini kan punya beban yang begitu tinggi, itu sebabnya kenapa di tol mereka lelet, rata-rata kecepatanya 40-50 kilometer, nah ini akan berimplikasi ke jalan-jalan nasional di Bekasi," kata Yayat ketika berbincang dengan Okezone, Rabu (11/3/2020).
Dia pun mempertanyakan, kesiapan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi atas terbitnya larangan itu. Bila tidak siap, maka yang terjadi Kota Bekasi akan semakin semerawut.
"Bekasi bisa ancur, Bekasi siap tambah macet, Bekasi harus menyiapkan tempat penampung," kata dia.
Tak hanya akan berimbas kepada kemacetan, larangan ini juga kata dia, akan berimplikasi ke sektor jasa ekspedisi. Komoditas angkutan logistik tentunya akan terganggu. Dia pun berharap Pemkot Bekasi sudah menyiapkan segala sesuatunya.
"Pemkot harus mengintervensi, gimana menciptakan kondisi ini bisa kondusif, mengingat larangan ini akan berdampak besar," kata dia.
Baca Juga: Truk ODOL Dilarang Masuk Tol, Ini Langkah Pemkot Bekasi
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.