Tilap Dana Desa Senilai Rp912 Juta, Mantan Kades Divonis 5 Tahun Penjara

Rus Akbar, Okezone · Kamis 12 Maret 2020 16:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 12 340 2182345 tilap-dana-desa-senilai-rp912-juta-mantan-kades-divonis-5-tahun-penjara-D6UckmuXUB.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

PADANG - Terbukti menilap dana desa tahun 2018 senilai Rp912 juta, mantan Kepala Desa (Kades) Nemnemleleu, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Sese Katet Baga divonis 5 tahun penjara.

Tak hanya mantan kades, dua anak buahnya pun ikut divonis penjara seperti Bendahara Desa Nemnemleleu, Julius Sakerebau dan sekretaris desa, Johan juga dihadiahi masing-masing 4 tahun 8 bulan penjara dipotong masa tahanan.

Air mata ketiga terdakwa pecah saat mendengarkan vonis hakim di atas bangku pesakitan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang, Sumatera Barat, Kamis, (12/3/2020). Vonis ketiga terdakwa tersebut dibacakan secara bergantian oleh majelis hakim yang diketuai Agus Komarudin, dengan anggota hakim Zaleka dan Muhammad Takdir.

Untuk mantan kepala desa Sese Katet Baga divonis 5 tahun penjara dengan denda Rp250 juta dan subsidair satu bulan penjara, kemudian terdakwa Sese Katet Baga juga membayar uang pengganti sebanyak Rp510 juta lebih, jika tidak sanggup membayar uang pengganti selama satu bulan maka hartanya akan disita dan dilelang.

“Apabila belum terpenuhi juga hasil sitaan tersebut, maka akan dipenjara selama satu tahun enam bulan,” kata hakim Agus Komarudin dalam sidang putusan.

Sedangkan, Julius Sakerebau dan Johan divonis empat tahun delapan bulan penjara dengan denda Rp250 juta, subsidair satu bulan penjara. Untuk Julius sendiri harus membayar uang pengganti senilai Rp270 juta lebih, jika tidak bisa mengganti uang tersebut maka harta bendanya akan disita, jika belum juga terpenuhi uang pengganti dari hasil sitaan tersebut maka hukuman Julius akan ditambah satu tahun penjara.

Sementara untuk Johan sendiri harus membayar uang pengganti senilai Rp297 juta lebih dan apabila hasil sitaan tidak bisa membayar akan ditambah satu tahun penjara.

Vonis hakim ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kepulauan Mentawai Jovan Waruwu, sebelumnya jaksa menuntut mereka masing-masing 7 tahun penjara dan denda Rp250 juta, kemudian subsidairnya tiga bulan penjara, kemudian uang pengganti itu Rp304 juta lebih masing-masing terdakwa, hanya saja yang membedakan uang pengganti lebih banyak diberatkan kepada mantan kepala desa.

Sementara pasal yang menjerat yaitu Pasal 2 Ayat 1 huruf a dan b Ayat 2 Ayat 3, UU 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah UU 20 tahun 2001 Pasal 55 Ayat 1 ke 1 jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

Usai persidangan penasehat hukum ketiga terdakwa tersebut Fadhil Fuad dan Adek Putra masih berpikir apakah akan melakukan banding atau tidak. “Kita masih pikir-pikir dulu,” kata Fadhil.

JPU Jovan Waruwu menjelaskan, telah terjadi perbuatan yang melanggar hukum masing-masing pihak itu punya peran sehingga mereka terbukti melakukan tindak pidana bersama-sama ada yang sebagai pelaku ada yang sebagai peserta.

“Mengenai pemidanaan berapa banyak yang dihukum tentunya penuntut umum tidak bisa beranggapan setuju atau tidak. Tuntutan kami kami adalah tujuh tahun penjara tapi putusannya adalah lima tahun, kemudiannya yang untuk Johan dan Julius Sakerebau empat tahun delapan bulan, terkait dengan uang pengganti tetap kisaran ratusan juta kemudian susidair juga berbeda apa yang dituntut sebelumnya kemudian pertimbangan berikutnya adalah kami akan laporkan pada atasan tentu dalam waktu seminggu kami akan punya sikap,” jelasnya.

Divonisnya tiga mantan aparat Desa Nenemleleu ini karena adanya penyalahgunaan APBDes Nemnemlelu tahun 2018, hasi pemeriksaan Inspektorat Mentawai ditemukan adanya pemakaian uang desa tersebut senilai Rp912 juta yang tidak bisa dipertanggung jawabkan, sementara total APBDes Nemnemleleu pada 2018 senilai Rp2,9 miliar.

Ketiga terdakwa itu telah ditahan Kejaksaan Negeri Kepulauan Mentawai sejak 22 Oktober2019 di Rutan Anak Air Padang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini