nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasien DBD yang Dirawat di RSD Gunung Jati Cirebon Meningkat

Fathnur Rohman, Jurnalis · Kamis 12 Maret 2020 19:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 12 525 2182401 pasien-dbd-yang-dirawat-di-rsd-gunung-jati-cirebon-meningkat-4HoFAPOGfh.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

CIREBON - Jumlah pasien penderita demam berdarah dengeu (DBD) yang dirawat di Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati, Kota Cirebon, Jawa Barat diawal tahun 2020 ini mengalami peningkatan, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada periode yang sama.

"Kondisi pasien DBD sampai saat ini, memang terjadi peningkatan jumlah pasien yang dirawat di Rumah Sakit Gunung Jati, bila dibandingkan dengan tahun lalu (pada periode yang sama)," kata Kepala Bidang Pelayanan Medis RSD Gunung Jati Cirebon , Zulfikar kepada wartawan, Kamis (12/3/2020).

Zulfikar menerangkan, pada bulan Januari 2020 lalu jumlah pasien DBD tercatat sekitar 26 orang yang dirawat di RSD Gunung Jati. Sedangkan, untuk tahun sebelumnya yakni bulan Januari 2019, jumlah pasien DBD yang dirawat hanya sekitar 6 orang.

Ia mengaku pihaknya masih mengolah data jumlan pasien DBD pada bulan Februari 2020. Kendati begitu, ia menjelaskan, jika dihitung dari bulan Oktober 2019 hingga bulan Januari 2020, jumlah pasien DBD yang ditangani di RSD Gunung Jati mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Yakni sebanyak 55 orang. Sedangkan pada periode bulan Oktober 2018 sampai Januari 2019, jumlah pasien DBD hanya terhitung sekitar 18 orang.

"Masih kita olah datanya untuk bulan Februari. Kalau dilihat, empat bulan terakhir (terhitung dari bulan Oktober 2019 sampai Januari 2020) meningkat dibandingkan dengan periode sebelumnya ditahun lalu," ujar Zulfikar.

Lebih lanjut dirinya memaparkan, rata-rata usia dari pasien DBD yang dirawat di RSD Gunung Jati berusia 15 tahun hingga 24 tahun. Dari data tersebut mengindikasikan, bahwa mayoritas pasien DBD adalah pasien usia produktif.

Baca Juga : Polri Larang Produsen Masker Lakukan Ekspor

Zulfikar mengimbau agar masyarakat selalu menjaga kondisi kesehatannya dengan cara menerapkan prilaku hidup sehat. Ia meminta, masyarakat tidak lupa untuk selalu melakukan kegiatan 3 M. Yaitu mengubur, menutup dan menguras barang-barang atau tempat yang bisa menjadi habitat hidup jentik nyamuk.

"Jangan lupa 3 M. Menutup, mengubur, dan menguras barang-barang yang bisa menampung air (genangan). Jadi bukan di selokan, karena jentik nyamuk bisa hidup di air bersih," imbuhnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini