Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

AS Tidak Akan Toleransi Serangan ke Pangkalan Militer di Irak

Agregasi VOA , Jurnalis-Jum'at, 13 Maret 2020 |17:13 WIB
AS Tidak Akan Toleransi Serangan ke Pangkalan Militer di Irak
Menhan AS Mark Esper. (Foto/Twitter)
A
A
A

WASHINGTON - Menteri Pertahanan Mark Esper mengatakan "semua opsi ganti" guna menentang serangan roket terhadap sebuah pangkalan Amerika Serikat dan koalisi di Irak.

AS menuding serangan itu dilakukan oleh milisi yang didukung Iran.

“Pentagon tidak mentoleransi serangan terhadap orang-orang kami, demi kami, atau sekutu kami,” kata Esper kepada reporter di Pentagon, Kamis (12/3).

“Kami akan meminta pertanggungjawaban dari para pembelinya. Anda tidak bisa menembaki pangkalan kami dan menewaskan serta mencederai warga Amerika dan tidak dituntut bertanggung jawab, ”katanya.

Baca juga: 15 Roket Hantam Pangkalan Militer di Irak, Tewaskan Tentara AS dan Inggris

Baca juga: Khawatir Serangan Iran, AS Akan Boyong Sistem Pertahanan Rudal ke Irak

Dua tentara Amerika Serikat dan satu tentara Inggris tewas, sementara 14 tentara Amerika Serikat, Inggris, dan Polandia rusak pada hari Rabu (11/3), setelah melawan roket menghantam Kamp Taji, sebuah pangkalan militer di sebelah utara dari Baghdad.

Jenderal Mark Milley, Ketua Kepala Staf Gabungan, mengatakan, lima yang perlu diperhatikan segera karena menyangkut pecahan roket. Milisi yang didukung Iran menembakkan sekitar 30 roket Katyusha. Sekitar belasan tentang pangkalan dan menyebabkan "Kerusakan struktur" pada fasilitas di sana.

Esper mengatakan, dia sudah bicara dengan Presiden Donald Trump tentang serangan pada hari Rabu, tetapi dia tidak mau menjelaskan opsi-opsi pembalasan yang dipaparkannya kepada Presiden.

(Rachmat Fahzry)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement