Kasus DBD di NTT Capai 3.284 dengan Total 39 Kematian

Adi Rianghepat, Okezone · Jum'at 13 Maret 2020 19:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 13 340 2183014 kasus-dbd-di-ntt-capai-3-284-dengan-total-39-kematian-u2shbln1NV.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

KUPANG - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mewabah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah mencapai 3.284 dan merenggut 39 nyawa. Angka ini merupakan rekapan per Kamis 12 Maret 2020.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan NTT, Erlina R Salmun menyebut, DBD masih terus terjadi. Hal ini terlihat dari jumlah kasus yang terus saja naik.

Bahkan, jika dibanding dengan data sehari sebelumnya, Rabu 11 Maret 2020, berada di angka 3.222 dan ada tren kenaikan sebanyak 26 kasus. Kemudian, ada penambahan jumlah kematian 1 orang, sehingga totalnya menjadi 39 orang.

Baca Juga: Menkes Terawan Sebut Jumlah Kasus DBD di Sikka NTT Mulai Turun

Kondisi ini tentunya butuh kerja sama dan peran serta masyarakat untuk menjaga kebersihan tempat tinggal masing-masing. Aksi pembersihan sarang nyamuk (PSN) harus diutamakan demi memutus rantai pembiakan nyamuk aedes aegypti.

Ilustrasi Foto: Ist

Di antaranya dengan melakukan 3M, yakni menguras, menutup dan mengubur barang-barang yang berpotensi menjadi sarang pembiakan nyamuk pembawa virus dengue itu harus serius dilakukan.

"Karena itulah langkah yang dinilai efektif selain langkah lain melalui fogging," katanya.

Dia juga mengaku standar pelayanan dokter dan paramedis di daerah-daerah terus dilakukan. "Stok peralatan medis dan obat-obatan sangat tersedia. Kita berharap masyarakat bisa serius laksanakan pola hidup bersih dan sehat mulai dari dalam diri, tempat tinggal dan di tengah masyarakat," katanya.

Erlin juga meminta warga aktif memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada untuk memeriksa kesehatannya. Kenali gejala DBD dan jika terkena maka harus segera ke tempat layanan medis untuk diperiksa.

Hal tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan pasien sudah masuk level (stadium) gawat. "Jika terkena gejala langsung diperiksa maka akan bisa tertolong untuk disembuhkan," katanya.

Baca Juga: Dalam Dua Bulan, 4 Balita Meninggal Akibat DBD di Bandung

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini