Muncul Retakan Tanah, 61 KK di Salaman Magelang Mengungsi

Agregasi Harian Jogja, · Jum'at 13 Maret 2020 08:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 13 512 2182585 muncul-retakan-tanah-61-kk-di-salaman-magelang-mengungsi-g96YWUxHME.jpg Wakil Bupati Magelang, Edi Cahyana meninjau lokasi tanah retak di Salaman. (Foto: Humas Pemkab Magelang)

MAGELANG - Sebanyak 61 kepala keluarga (KK) Dusun Kranjang Lor, Desa Sidosari, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang terpaksa mengungsi, akibat munculnya rekahan tanah, pada Kamis 12 Maret 2020.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang, Pranowo mengatakan, hingga saat ini terdapat 61 KK yang telah diungsikan sementara, namun tidak semuanya berkumpul di satu titik.

"Tidak semua warga diungsikan, hanya pada saat hujan turun warga dikumpulkan di salah satu rumah warga," jelas Pranowo, Kamis.

Pranowo mengatakan, terkait bencana tanah retak tersebut, pihaknya sudah mengkoordinasikan dan sudah disurvei oleh ESDM Provinsi Jawa Tengah dan juga dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi).

"Kami masih menunggu hasil dari PVMBG. Tapi pada intinya agar air tidak masuk dalam rekahan atau retakan tanah itu. Supaya nanti tidak memicu jenuhnya tanah sehingga tidak terjadi longsor ke bawah," kata Pranowo.

Baca juga: Pemprov DKI: Permukiman Tak Kumuh Rawan Penyebaran Virus Korona

Wakil Bupati Magelang, Edi Cahyana saat meninjau lokasi bencana, meminta agar pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang segera melakukan pembenahan saluran air terlebih dahulu.

"Ini harusnya ada pembenahan saluran air dulu, untuk mencegah tidak berlanjutnya retakan tanah, sambil kita menunggu hasil penelitian. Karena ini sudah diteliti oleh tim Provinsi Jawa Tengah," ujar Edi.

Guna penanggulangan jangka pendek, sesegera mungkin harus ada penataan air. Karena air terus meresap ke bawah tanah sehingga menggerus lapisan tanah bawah yang mengakibatkan retakan tanah tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Edi juga mengunjungi posko penampungan sementara dan mengimbau kepada warga agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Magelang.

"Saya imbau agar warga senantiasa waspada karena kadang hujan tiba-tiba cukup lama, kemudian debit air berlimpah yang dapat memicu retakan tanah," ucapnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini