SEMARANG - Virus korona telah masuk ke Jawa Tengah dan menginfeksi dua orang pasien. Bahkan salah satunya telah meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Moewardi, Surakarta.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, secara keseluruhan hingga Jumat (13/3/2020) sore, Jawa Tengah telah menangani 46 pasien yang diduga terpapar Covid-19. Dari jumlah tersebut, 37 pasien dinyatakan negatif, 7 pasien masih dirawat, dua positif dan satu meninggal.
Dua pasien yang dinyatakan positif terpapar virus korona sebelumnya mengikuti acara seminar di Bogor Jawa Barat. Setelah mengikuti acara itu, dua orang tersebut mengeluhkan gejala klinis korona hingga mendapatkan perawatan intensif di RS Moewardi, Surakarta.
“Ada seminar di Bogor dan memang dari riwayatnya yang ada di Bogor itu temennya. Kemudian bareng-bareng diperiksa di rumah sakit dan antara lain di Moewardi juga sama ya. Itu temennya (yang meninggal) dan positif (terpapar korona),” kata Ganjar.
“Masuknya dua (pasien), tambah satu (pasien baru). Masih dirawat. Terhadap kondisi yang terakhir 2 positif, 1 dirawat intensif di Rumah Sakit Moewardi, yang satu (meninggal) sudah dikebumikan,” jelas dia.
Sekadar diketahui, virus korona dinyatakan sudah masuk ke Jawa Tengah. Sebanyak dua pasien yang dirawat di RSUD Moewardi memiliki riwayat perjalanan menghadiri seminar di Bogor pada 25-29 Februari 2020. Sehari kemudian, ke dua pasien itu mengeluhkan pilek dan batuk.
Setelah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Surakarta, keduanya dirujuk ke RS Moewardi pada Minggu 8 Maret. Salah satu dari pasien ini meninggal dunia pada Rabu 11 Maret. Sehari kemudian hasil uji laboratorium keluar dan dinyatakan positif.
(Awaludin)