SEMARANG – Seorang pasien yang diduga terpapar virus korona atau Covid-19 di Rumah Sakit Margono, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah meninggal dunia. Perempuan berusia 37 itu hanya menjalani observasi di ruang isolasi selama kurang lebih 13 jam oleh tim medis.
Baca juga: Ini Lokasi Penyebaran Virus Korona di Indonesia
“Satu yang meninggal di Banyumas dari RS Margono akan dibawa ke Kebumen,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai menggelar rapat terbatas bersama Forkominda dan seluruh OPD Pemprov Jateng, Sabtu (14/3/2020) malam.
Dia menjelaskan, pasien itu baru masuk ke rumah sakit pada Sabtu pukul 03.00 WIB dan langsung mendapatkan perawatan intensif. Namun, nyawanya tak tertolong dan mengembuskan napas terakhir pada pukul 15.45 WIB.

“Kita belum tahu hasil lab-nya. (Pasien) itu masuk jam 3 pagi tadi, meninggal pukul 15 45 WIB,” tambahnya.
“Untuk hasil tesnya dikirim tadi pukul 17.00 WIB (ke Balitbangkes Kementerian Kesehatan). Kita tunggu hasilnya,” terangnya.
Ganjar juga menyebut, hingga kini terdapat dua orang yang dinyatakan positif korona. Keduanya merupakan pasien RSUD Moewardi Surakarta, yang diketahui memiliki riwayat mengikuti seminar di Bogor Jabar. Salah satu pasien positif korona itu meninggal dunia.
Pasien Diduga Korona Dirujuk ke Ambrawa
Sementara itu ada seorang pasien diduga terpapar virus korona dirujuk ke RSUD Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Untuk memastikan kondisi kesehatannya, pasien itu bakal menjalani pemeriksaan laboratorium di Balitbangkes Kementerian Kesehatan.
Semula, pasien berusia 60 tahun tersebut memeriksakan kondisi kesehatannya ke RSUD Ungaran. Dengan gejala klinis yang diderita serta riwayat sebelum sakit, petugas medis langsung mengarahkan ke rumah sakit rujukan.
“Dinkes Kabupaten Semarang berkoordinasi dengan RSUP Kariadi sebagai rumah sakit rujukan. Namun karena RS rujukan tersebut penuh, maka diambil keputusan akan dirawat di RSUD Ambarawa,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, Ani Raharjo.
(Salman Mardira)