“Jadi, yang bersangkutan itu sebenarnya belum merasa sakit, sehingga belum ke rumah sakit. Tapi karena tracing kita ke lapangan dan kita ambil swap-nya ternyata positif jadi harus masuk rumah sakit. bisa jadi asimtomatis, bisa jadi memang gejalanya belum muncul,” jelas dia.
“Makanya, hari ini kita jemput dan masuk rumah sakit (Moewardi Surakarta),” imbuhnya.

Dengan demikian, RS Moewardi telah merawat tiga pasien positif corona termasuk satu pasien yang telah meninggal dunia. Pasien meninggal itu sebelumnya mengikuti acara seminar di Bogor bersama rekannya yang juga dinyatakan positif corona dan dirawat di rumah sakit tersebut.
“Iya (pasien baru) ada kaitan (dengan pasien meninggal). Masih keluarga. Jadi bukan peserta seminar tapi keluarga,” ujarnya.