Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Langkah Kominfo Tangkal Hoaks terkait Informasi Virus Corona

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Kamis, 19 Maret 2020 |23:20 WIB
Langkah Kominfo Tangkal Hoaks terkait Informasi Virus Corona
ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) menggandeng sejumlah pihak diantaranya aplikasi Whatsapp, Facebook, dan Telkom Group dalam menyebarkan serta mensosialisasikan informasi terkait virus corona (covid-19). Hal itu dilakukan Kominfo sekaligus untuk menangkal penyebaran informasi bohong atau hoaks terkait virus corona.

"Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan beberapa langkah kebijakan dan kegiatan dalam rangka memberikan dukungan layanan prima telekomunikasi dan penyiaran untuk mengatasi penyebaran Virus Corona (Covid-19)," Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu, Kamis (19/3/2020).

Adapun, langkah-langkah yang dilakukan Kominfo dalam menyiarkan penyebaran virus corona yakni sebagai berikut :

1. Berkoordinasi dengan operator telekomunikasi bahwa akses data situs resmi Pemerintah RI tentang Covid-19 https://www.covid19.go.id/ digratiskan mulai 23 Maret 2020. Pelanggan tidak dikenakan kuota ketika mengakses situs tersebut.

2. Kementerian Kominfo juga mengimplementasikan secara efektif protokol informasi publik penanganan pandemi Covid-19 yang telah ditetapkan Pemerintah. Dukungan ini berupa penyediaan kanal informasi bagi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam menyebarluaskan informasi penanganan pandemi Covid-19.

3. Kanal informasi yang sudah aktif antara lain SMS blast dengan sender BNPB melalui operator seluler, Call center 119, dan Public Service Announcement (PSA) oleh Lembaga Penyiaran Publik dan Swasta baik radio maupun televisi serta informasi yang disediakan oleh Penyedia Layanan Akses Internet (ISP), dan Penyedia Jasa Media online dalam bentuk banner online.

4. Kementerian Kominfo telah menetapkan Nomor Pelayanan Darurat 117 bebas pulsa yang secara ekslusif digunakan oleh BNPB dan meminta operator telekomunikasi membuka koneksinya sesegera mungkin

5. Kementerian Kominfo bekerja sama dengan WhatsApp (Facebook) dan Telkom Group sedang membangun Chatbot WA yang bisa diakses publik dengan nama akun: covid19.go.id untuk nomornya akan dipublikasikan secepatnya.

6. Publik dapat berinteraksi dengan akun chat resmi pemerintah tersebut untuk memperoleh informasi secara interaktif melalui chatbot yang kontennya disediakan oleh BNPB dan Kemenkes RI. Sosialisasi akun chat resmi ini akan dilakukan melalui Lembaga Penyiaran, SMS blast, banner di media online dan flyers.

7. WhatsApp (Facebook) juga sudah berkomitmen memberikan kebijakan khusus bagi Indonesia untuk dapat menyalurkan pesan WhatsApp blast terkait pandemi Covid19. Kementerian Kominfo akan menyediakan form bagi publik yang bersedia menerima pesan blast pada akun WhatsApp-nya. Whatsapp hanya memberikan kebijakan ini secara eksklusif kepada dua negara, yakni Indonesia dan Singapura.

Baca Juga : Prabowo Minta Pesawat TNI Jemput Alat Kesehatan Cegah Covid-19 di Shanghai

8. Chatbot dan pesan blast pada platform WhatsApp diharapkan sudah live trial mulai Jumat, 20 Maret 2020 malam besok.

9. Kementerian Kominfo juga menginstruksikan kepada Operator Telekomunikasi dan Penyedia Platform Digital untuk menyediakan layanan akses internet dengan kapasitas dan kualitas layanan yang baik. Kemudian, menggratiskan akses terhadap situs resmi penanganan pandemi COVID-19 dan call center 117 dan 119.

Selanjutnya, menyediakan produk layanan/program yang mendukung implementasi kebijakan Presiden Joko Widodo terkait social distancing untuk Bekerja dari Rumah (Work from Home), Belajar dari Rumah, dan Ibadah di Rumah. Daftar produk layanan/program ini akan ditempatkan pada website Kominfo dan diperbarui setelah produk tersedia. Serta, menangkal hoaks dengan aktif dan mendiseminasikan informasi yang benar kepada publik.

Selain itu, dalam rangka memastikan kualitas layanan telekomunikasi yang baik, tim Ditjen PPI juga akan terus melakukan pengukuran kualitas layanan (Quality of Service/QoS) di wilayah-wilayah pemukiman.

Adapun, pengukuran yang telah dilakukan menunjukan hasil yang baik. Tim akan secara berkelanjutan berkoordinasi dengan Operator Telekomunikasi. Apabila ditemukenali adanya layanan telekomunikasi yang kurang baik di area tertentu akan segera diupayakan tindakan optimasi.

Berdasarkan laporan dari operator seluler, sampai dengan saat ini terdapat lonjakan trafik di area pemukiman rata-rata sebesar 5 - 10% dari kondisi normal. Apabila terus terjadi lonjakan trafik, Operator Seluler akan melakukan penambahan kapasitas pada masing-masing Base Transceiver Station (BTS) dan jika diperlukan operator seluler akan mengerahkan Mobile BTS untuk melayani daerah-daerah yang over loaded.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement