Bendung Covid-19, California Keluarkan Perintah Tinggal di Rumah

Rachmat Fahzry, Okezone · Jum'at 20 Maret 2020 14:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 20 18 2186447 bendung-covid-19-california-keluarkan-perintah-tinggal-di-rumah-XJZnfhnoxv.jpg Tanda tulisan Hollywood yang ikonik di California, AS. (Foto/Wikimedia)

CALIFORNIA – Negara Bagian California, Amerika Serikat mengeluarkan perintah tinggal di rumah kepada wargnay untuk membendung penyebaran virus corona yang terus meningkat negara bagian paling padat penduduknya di AS.

Gubernur California melansir BBC, Jumat (20/3/2020) Gavin Newsom mengatakan kepada warga California bahwa mereka hanya boleh meninggalkan rumah selama masa pandemi.

Foto/Okezone

Dia sebelumnya memperkirakan lebih dari setengah dari 40 juta penduduk California berpotensi terpapar Covid-19 hanya dalam dua bulan ke depan.

Baca juga: Malaysia Akan Kerahkan Tentara untuk "Paksa" Warga Patuhi Lock Down COVID-19

Baca juga: Trump Salahkan China Atas Pandemi Covid-19

Virus ini telah merenggut 205 nyawa di AS dan menginfeksi lebih dari 14.000 jiwa.

Secara global hampir 250.000 pasien dinyatakan positif menderita penyakit pernapasan ini dan lebih dari 10.000 telah meninggal.

"Ini adalah momen yang perlu kita ambil. [Ini] keputusan sulit," katanya.

California adalah salah satu negara bagian AS pertama yang menerapkan pembatasan. Awal pekan ini, Negara Bagian Nevada mengatakan sektor bisnis yang tidak penting harus ditutup selama 30 hari, termasuk kasino.

Warga California diberi izin meninggalkan rumah mereka untuk membeli bahan makanan atau obat-obatan, atau berjalan-jalan dengan anjing mereka atau berolahraga, tetapi tetap membatasi interaksi publik.

Gubernur Newsom mengatakan beberapa negara bagian mengalami tingkat infeksi berlipat ganda setiap empat hari.

Berbicara pada konferensi pers di Sacramento, Newsom mengatakan “virus akan berdampak sekitar 56% dari kita".

Namun dia tidak menjelaskan secara rinci bagaimana pemerintahannya menghitung angka itu, yang berjumlah hampir 22,5 juta orang yang terinfeksi.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini