DENPASAR – Menyusul kebijakan pemerintah Australia yang akan menutup akses masuk ke negaranya, menyebabkan banyak turis yang tengah berlibur harus meninggalkan Bali mulai Jumat, (20/3/2020).
General Manager PT Angka Pura Ngurah Rai Herry Sikado mengatakan, wisatawan Australia di Bali mulai berbondong-bodong mengajukan permintaan pulang lebih cepat ke negaranya.
"Banyak yang memajukan kepulangan ke Australia karena kebijakan itu," kata General Manager PT Angka Pura Ngurah Rai Herry Sikado.
Menurutnya, kebijakan pemerintah Australia itu tentu berdampak besar bagi pariwisata Bali. Sebab, turis Australia selama ini menjadi penyumbang terbesar kunjungan wisatawan ke Bali.
Herry mengungkapkan, beberapa penerbangan rute Australia juga sudah mengajukan pembatalan. "Dampaknya tentu penumpang turun drastis," ujarnya.
Seperti diketahui, pemerintah Australia melarang warga negara asing dan bukan pemukim masuk ke negaranya. Kebijakan itu resmi berlaku hari ini pukul 21 waktu setempat atau pukul 19.00 WIB.
(Amril Amarullah (Okezone))
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.