Direktur Lembaga Studi Kebijakan Publik Jateng, Muhammad Rifai, menyesalkan sikap anggoat DPRD tersebut. Sebagai wakil rakyat, mestinya memberikan teladan yang baik untuk bersama-sama menanggulangi pandemi corona.
“Sangat disayangkan sikap DPRD yang arogan itu. Seharusnya sebagai wakil rakyat memberikan contoh bagi masyarakat,bagaimana mengantisipasi dan waspada akan merebaknya virus corona. Harusnya tanpa diminta para wakil rakyat ini dengan sukarela memeriksa suhu badannya ,apalagi habis melakukan kunker/perjalanan jauh,” lugas Rifai.
“Bukan malah membentak-bentak petugas kesehatan dengan dalih aturan. Dan kami mau balik tanya kepada para anggota DPRD tersebut, ada enggak aturan atau undang-undang yang melarang DPRD diperiksa suhu badannya?,” pungkas dia.
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai peristiwa itu. Ketua DPRD Blora HM Dasum yang dihubungi melalui ponsel belum memberikan respons.
(Khafid Mardiyansyah)