Satu Peserta Ijtima Dunia Asal Manokwari Meninggal Dunia di Gowa

Herman Amiruddin, Okezone · Jum'at 20 Maret 2020 20:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 20 609 2186665 satu-peserta-ijtima-dunia-asal-manokwari-meninggal-dunia-di-gowa-XpCHKTeFR1.jpg (Foto: Okezone.com/Herman Amiruddin)

MAKASSAR - S (65), seorang peserta Ijtima Dunia Zona Asia 2020 meninggal dunia. Peserta asal Manokwari ini meninggal di lokasi kegiatan di Desa Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu, Jumat (20/3/2020).

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Kombespol dr. Farid Amansyah mengatakan, korban diduga meninggal akibat serangan jantung. Pasalnya korban diketahui memiliki riwayat penyakit tersebut.

"Setelah saya melakukan wawancara dan pemeriksaan terhadap ketua tim kesehatan Ijtima ini, dr Kahar mengatakan memang yang bersangkutan datang tanggal 18 Maret dari Manokwari, dan memang di Manokwari itu Beliau sudah mengidap penyakit jantung," kata Farid di Posko Kesehatan Ijtima Zona Asia.

Selain itu, sebelum meninggal dunia korban tidak mengalami gejala penyakit lain, seperti demam ataupun batuk.

Baca juga: Tingkat Kematian Akibat Virus Corona di Indonesia Tertinggi Capai 8,67%

"Sebelum Salat Zuhur, beliau sempat terjatuh dan sebelumnya memang ada riwayat itu sakit jantung. Sehingga memang kalau tidak dilakukan autopsi kita perkirakan meninggal karena jantung dan beliau sudah berumur 65 tahun, sehingga kemungkinan memang meninggal karena itu (jantung)," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Rombongan Jamaah asal Manokwari Papua, Muh Iqbal juga mengatakan korban sering mengeluh sakit pada bagian dada. Sebelum meninggal korban sempat terjatuh.

"Sekitar pukul 11.55 sebelum azan pertama Jumat itu tadi, jatuh di tempat datar saja. dia atur tasnya berdiri langsung jatuh," kata Iqbal.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, dr Hasanuddin. "Informasi yang kami terima korban memiliki riwayat hipertensi, kemudian ada juga riwayat jantung dan 15 hari sebelum ke sini, itu tidak ada perjalanan keluar negeri," jelas dr Hasanuddin.

Sementara untuk pemeriksaan lebih lanjut, Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa bersama tim Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Kabupaten Gowa, juga telah melakukan pengambilan sampel darah korban.

"Kami telah mengambi sampel darahnya. Akan kita periksa di Rumah sakit di Makassar Rumah Sakit Unhas atau Wahidin. Kita berharap hasil pemeriksaan secepatnya," pungkas dr. Hasanuddin

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini