Pertama di Afrika, Rwanda Tetapkan Karantina Massal Akibat COVID-19

Agregasi VOA, · Minggu 22 Maret 2020 13:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 22 18 2187239 pertama-di-afrika-rwanda-tetapkan-karantina-massal-akibat-covid-19-YDVtLRqtVY.jpg Ilustrasi penanganan kasus corona di Rwanda (Foto: Okezone.com/Istimewa)

KIGALI - Upaya penanganan wabah virus corona (COVID-19) lebih serius diambil oleh Pemerintah Rwanda, dengan menerapkan karantina nasional setidaknya selama 14 hari. Keputusan yang resmi berlaku sejak Sabtu 22 Maret 2020 pukul 23.59 waktu setempat itu, sekaligus menjadi yang pertama diterapkan oleh sebuah negara di Afrika.

Berdasarkan aturan tersebut, Pemerintah Rwanda melarang segala kegiatan serta kunjungan di luar rumah yang dinilai tidak jelas. Aktivitas yang masih diperbolehkan adalah mengunjungi fasilitas layanan kesehatan, membeli bahan pangan, serta melakukan aktivitas perbankan. Seluruh pegawai pada sektor layanan tersebut turut mendapat pengecualian dalam beraktivitas.

"Mempertimbangkan pengalaman negara-negara lain dalam pemantauan tren global pandemi COVID-19, ada kebutuhan jelas untuk mengambil langkah tambahan untuk memastikan agar COVID-19 tidak menyebar lebih luas di Rwanda," bunyi pernyataan resmi kantor Perdana Menteri Rwanda, seperti dikutip VOA Indonesia.

Seluruh pegawai baik sektor publik maupun swasta, diperintahkan untuk bekerja dari rumah. Petugas maupun staf yang memberikan layanan penting selama masa darurat ini mendapat pengecualian, untuk bekerja dari kantor maupun lokasi kerja masing-masing. Perjalanan antar kota dan distrik tidak diizinkan kecuali untuk kebutuhan layanan medis.

Rwanda turut menutup seluruh pintu perbatasan kepada pendatang, serta hanya membolehkan arus masuk untuk barang dan kargo. Warga negara maupun penduduk sah Rwanda yang kembali dari luar negeri, harus menjalani karantina 14 hari di berbagai lokasi menurut ketentuan pemerintah.

Negara tersebut hingga Minggu (22/3/2020), melaporkan terdapat temuan kasus 17 pasien terinfeksi virus corona. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom, sebelumnya memperingatkan negara di Afrika untuk mulai waspada terhadap pandemi corona dalam waktu dekat.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini