Pemerintah Irak pada 17 Maret 2020, memberlakukan jam malam yang akan berkahir pada Selasa 24 Maret 2020.

Namun Pemerintah Irak telah memperpanjang jam malam hingga 28 Maret. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona.
Di bawah jam malam, warga dilarang melakukan perjalanan ke atau keluar dari Kota Baghdad.
Sementara di Irak Tengah dan Selatan, kekhawatiran jumlah kasus Covid-19 bisa meningkat tinggi, karena sekitar 300.000 peziarah Syiah mengunjungi tempat suci Imam Musa al-Kadhim di Baghdad. Kota ini sebelumnya telah melaporkan 86 kasus.