nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Mekanisme Tes Corona Massal di 3 Stadion di Jabar

Wisnu Yusep, Jurnalis · Senin 23 Maret 2020 03:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 23 525 2187414 ini-mekanisme-tes-corona-massal-di-3-stadion-di-jabar-P2nY9PMReG.jpg Ridwan Kamil. (Foto: Okezone.com/CDB Yudistira)

BEKASI – Sebanyak 3 stadion jadi lokasi tes virus corona (Covid-19) secara massal. Rencananya, awal pemeriksaan dilakukan pada Selasa 24 Maret 2020. Bagaimana teknis pemeriksaan secara massal itu?

Berdasarkan rencana, pemeriksaan menggunakan sistem drive thru atau layanan tanpa turun dari kendaraan. Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan, cara ini bertujuan untuk mencegah kontak fisik antarwarga yang mengikuti pemeriksaan.

Nantinya bakal ada lokasi pengujian Covid-19 yang dilakukan di tiga stadion, pertama Stadion Patriot untuk warga Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Karawang. Selanjutnya Stadion Pakansari untuk warga Depok dan Bogor. Sementara Stadion Jalak Harupat untuk warga selain Bogor, Depok dan Bekasi.

Infografis Okezone.

"Ya bayangkan kalau tesnya di ruangan, orang akan parkir dan banyak lagi. Jadi paling efisien drive thru," kata Ridwan Kamil di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (22/3/2020).

Baca juga: Satu Pasien Positif Corona di Blitar Berasal dari Bogor

Mengenai mekanisme pengetesan warga terlebih dahulu harus mendaftar melalui internet. Namun, menurut dia tidak semua orang bisa mengikuti pemeriksaan tersebut. Ada syarat dan ketentuan yang berlaku.

Jika sudah terkonfirmasi melalui pendaftaran online, warga datang menggunakan kendaraan. Jika tidak punya kendaraan, bisa minta diakomodasi pejabat RT dan RW setempat.

Pengetesan drive thru mengikuti arah jarum jam dengan mengelilingi luar stadion. Mereka mengikuti arahan seperti arah jarum jam. Nantinya, orang yang diperiksa bisa mengetahui hasilnya dengan mengikuti arah pemeriksaan.

"Di sana ketahuan negatif atau positif. Kalau negatif pulang, positif akan diminta masuk ke dalam stadion," kata dia.

Bagi yang positif, akan segera ditindaklanjuti, salah satunya dengan pengetesan dahak dan wawancara. Pengetesan massal ini tidak bisa disamakan dengan sensus.

Kriteria yang boleh ikut tes pertama adalah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), suspect dan positif terinfeksi Covid-19.

"Jadi ODP dengan 50 orang teman dekatnya, kemudian PDP dan 50 orang lagi, begitu seterusnya. Tenaga medis dan pihak-pihak yang menangani kasus ini juga masuk kriteria yang harus ikut pengetesan," ujar Ridwan.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini