nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2.077 Orang Meninggal Akibat Virus Corona, Iran Larang Perjalanan Antarkota

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 26 Maret 2020 15:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 26 18 2189364 2-077-orang-meninggal-akibat-virus-corona-iran-larang-perjalanan-antarkota-mZVd4MtBJw.jpg Warga Iran mengenakan masker cegah penyebaran Covid-19. (Foto/Tasnim News)

TEHERAN - Iran memulai larangan perjalanan antarkota, saat jumlah kematian akibat corona di negara itu telah mencapai lebih 2 ribu orang.

Para pejabat Iran telah mengeluh bahwa banyak warga yang mengabaikan imbauan tinggal di rumah dan membatalkan rencana perjalanan untuk liburan Tahun Baru Persia yang jatuh pada 20 Maret.

"Mereka yang telah melakukan perjalanan untuk liburan Tahun Baru Iran harus segera kembali ke kota-kota mereka tanpa transit kota dalam perjalanan pulang," ujar Mr Hossein Zolfaghari, Satuang Utgas Penanggalangan Corona Iran mengutip Reuters, Kamis (26/3/2020).

Wabah ini telah menewaskan 2.077 orang di Iran, dan 27.017 kasus terinfeksi.

Foto/Okezone

Pihak berwenang telah meminta warga Iran untuk menghindari tempat-tempat umum dan tinggal di rumah, sementara sekolah, universitas, pusat budaya dan olahraga telah ditutup.

Baca juga: Dua dari 50 Tenaga Medis Terinfeksi Corona di Jakarta Wafat

Baca juga: Raja dan Ratu Malaysia Dikarantina Setelah 7 Staf Istana Positif Virus Corona

"Penutupan universitas dan sekolah serta penangguhan pertemuan telah diperpanjang," kata Zolfaghari, seraya menambahkan bahwa para pelanggar akan dihukum.

Presiden Hassan Rouhani mengatakan Iran akan menahan penyebaran virus dalam dua minggu. Ia menambahkan bahwa langkah-langkah lebih lanjut telah diambil untuk mengurangi dampak ekonomi dari wabah virus corona.

"Kami akan mengirim surat kepada pemimpin tertinggi Iran hari ini untuk meminta menarik USD 1 miliar (sekira Rp) dari dana kekayaan negara Iran," kata Rouhani dalam sebuah pertemuan, yang disiarkan langsung di TV pemerintah.

Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mengatakan bahwa dana bantuan untuk warga miskin Iran yang terkena dampak wabah Covid-19.

"Jumlah ini akan digunakan untuk membantu orang-orang berpenghasilan rendah yang terkena dampak dan untuk membantu sektor kesehatan kita," kata dia.

"Meskipun berada di bawah sanksi AS, perjuangan kita melawan wabah virus corona terus berlanjut dan kita akan mengatasi wabah itu," tegas Rouhani.

Presiden AS Donald Trump keluar dari kesepakatan nuklir 2015 dan menerapkan kembali sanksi yang telah melumpuhkan ekonomi Iran.

Pemerintah Iran, menyalahkan sanksi AS karena menghambat upaya Iran untuk menghentikan wabah corona, serta mendesak negara-negara lain dan PBB meminta AS segera mencabut sanksi.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini