nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Prancis Tarik Seluruh Pasukannya dari Irak di Tengah Pandemi Virus Corona

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 26 Maret 2020 19:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 26 18 2189501 prancis-tarik-seluruh-pasukannya-dari-irak-di-tengah-pandemi-virus-corona-yiVrgu7NFW.jpg Foto: Reuters.

PARIS – Prancis akan menarik semua tentaranya yang saat ini ditempatkan di Irak untuk sementara waktu karena kekhawatiran tentang penyebaran virus corona (Covid-19). Langkah itu diumumkan militer Prancis pada Rabu (25/3/2020).

"Prancis telah mengambil keputusan untuk memulangkan sampai pemberitahuan lebih lanjut tentang personelnya yang dikerahkan dalam operasi Chammal di Irak," kata Kementerian Angkatan Bersenjata sebagaimana dilansir Russia Today, Kamis (26/3/2020). Kementerian itu menambahkan bahwa sekira 100 tentaranya saat ini berada di Irak, dan bahwa serangan udara terhadap kelompok teror Negara Islam (IS) akan berlanjut.

Abdul-Karim Khalaf, juru bicara Perdana Menteri sementara Adil Abdul-Mahdi mengatakan kepada surat kabar Al-Sabah pada Rabu bahwa pasukan Prancis telah meninggalkan Irak.

Dimulai sejak 2014, Operasi Chammal Prancis digelar di Irak dan Suriah dan bertujuan untuk membendung ekspansi 'kekhalifahan' kelompok teroris IS. Prancis melancarkan serangan udara di kedua negara dan mengirim sejumlah pasukan darat ke Irak.

Selain Prancis, Inggris dan Ceko juga telah menarik pasukannya dari Irak karena alasan yang sama.

Hingga saat ini Irak telah mengonfirmasi sekitar 346 kasus Covid-19, sementara Prancis telah mengonfirmasi lebih dari 25.000 kasus, dengan lebih dari 1.300 kematian, menjadikannya salah satu negara Eropa yang terkena dampak terparah dari pandemi global itu.

Menurut Johns Hopkins Covid-19 tracker, virus ini telah menginfeksi lebih dari 460.000 orang di seluruh dunia sejak wabah dimulai akhir tahun lalu, menewaskan 20.857.

Penarikan itu dilakukan ketika Perancis menyebarkan pasukan di perbatasannya sendiri untuk berperang melawan Covid-19.

Pada Rabu, Presiden Emmanuel Macron telah mengumumkan dimulainya "Operasi Ketahanan" yang akan mengerahkan tentara Prancis membantu dengan "kesehatan, logistik dan perlindungan". Operasi itu merupakan bagian dari upaya nasional untuk menghentikan penyebaran penularan, dan akan "sepenuhnya dikhususkan untuk membantu dan mendukung penduduk," kata Macron.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini