nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pernah Berkontak dengan Pasien Positif Corona, Sejumlah Pejabat DPRD Sulut Diteror

Subhan Sabu, Okezone · Kamis 26 Maret 2020 13:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 26 340 2189269 pernah-berkontak-dengan-pasien-positif-corona-sejumlah-pejabat-dprd-sulut-diteror-tkvuakMDaO.JPG Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

MANADO - Daftar nama-nama pejabat dan staf DPRD Sulawesi Utara (Sulut) yang pernah berinteraksi dengan anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) pada saat melakukan kunjungan kerja di Sulut 12 Maret 2020 lalu beredar luas di beberapa platform media sosial.

Daftar nama tersebut merupakan daftar yang mempunyai kontak erat dengan anggota DPRD Sumut Aulia Agsa, yang dinyatakan positif virus corona atau COVID-19. Aulia dinyatakan positif Covid-19 usai pulang dari Manado melaksanakan kunjungan kerja di DPRD Sulut

Akibat beredar luasnya daftar yang memuat nama, alamat hingga nomor telepon itu membuat sejumlah nama yang ada dalam daftar tersebut mendapat teror dari orang-orang yang tidak dikenal. Teror berupa intimidasi bahkan dengan paksa meminta penjelasan alamat rumah secara rinci.

"Pertanyaan yang disampaikan detil dan memaksa. Betul kamu ini yang ada di daftar ada ikut kegiatan kunjungan kerja DPRD Sumut. Di sebelah mana rumahmu," ujar narasumber yang tidak mau menyebutkan namanya menirukan teror yang dia alami, Kamis (26/3/2020).

Ilustrasi

Narasumber yang meminta namanya agar tidak disebutkan itu mengaku hal tersebut sudah sangat mengganggu, bukan hanya soal privacy tetapi lebih kepada ketidaknyamanan.

"Saya berharap agar yang mengedarkan list tersebut dapat dilacak. Harus dilacak karena sudah dengan sengaja mengedarkan dokumen yang harusnya bukan untuk konsumsi publik," katanya.

Kepala sub bagian DPRD Sulut juga mengaku mendapat teror yang sama. Mulai dari pagi sampai malam tak hentinya orang mengkonfirmasi sehingga dia memutuskan untuk menonaktifkan telephone.

"Lebih baik mematikan telephone daripada harus melayani orang-orang yang tidak dikenal," ujarnya sambil meminta namanya tidak dimuat.

Kepala Bagian Umum DPRD Sulut Jhon Paerunan mengaku sangat kaget karena info daftar nama-nama itu begitu cepat menyebar. Sebenarnya itu untuk kepentingan Satgas Covid-19. Yakni melakukan pemeriksaan, apakah akibat kunjungan DPRD Sumut itu berdampak.

"Nah itu kan harus dibuktikan secara medis. Jadi bukan berarti langsung mengklaim bahwa kita semua ini sudah kena Covid-19," ujarnya menyesalkan.

Munculnya masalah ini, jelas sangat meresahkan, sebab masyarakat sangat sensitif, antara takut dan khawatir akan meluasnya pandemi Covid-19, sehingga begitu muncul nama-nama yang tertera didaftar tersebut, masyarakat langsung mencari tahu.

Jhon berharap masyarakat untuk tidak serta merta menjustifikasi. Karena hal itu terlalu dini. Sebab, ada sejumlah tahapan sehingga seseorang dinyatakan Covid-19.

"Jadi nama-nama yang sudah tertera di list itu bukan berarti sudah Covid-19. Jangan berasumsi salah. Karena hal ini sangat merugikan. Pelaku penyebar list itu harus bertanggung jawab. Saat ini kita sedang melacaknya," pungkas Jhon

Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulut dr Steaven Dandel MPH saat dikonfirmasi meminta agar diklarifikasi langsung ke sekretariat DPRD Sulut kenapa daftar tersebut bisa beredar. Diduga daftar nama-nama itu tersebar dari grup internal.

"Kalau dari Satgas aman, karena yang tahu data ini hanya satu orang. Sebenarnya kalau keberatan bisa dilapor ke aparat dan ditelusuri darimana asalnya, tinggal di cari IMEI dan IP Address. Jadi kalau merasa dirugikan silahkan lapor," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini